Penyakit demensia tak bisa dilepaskan dari faktor usia seseorang. Semakin tua umur seseorang, maka akan semakin besar pula peluang terkena penyakit gangguan kognitif dan daya ingat ini. Berdasarkan data medis, penyakit ini mulai dirasakan oleh mereka yang berusia 60 tahun ke atas, dengan tahapan atau stadium yang bervariasi. Nah, karena bervariasi, maka penyakit ini sebenarnya bisa saja menyerang penderita jauh sebelum usia 60 tahun. Oleh karena itu, menurut Mulyadi Tedjapranata, Direktur Klinik Medizone, di Jakarta, Anda yang berusia antara 40-50 tahun (tahap pre-syptom) harus mengecek kemampuan otak. Tujuannya untuk mengetahui adanya gangguan mengingat (demensia) dan kemampuan berpikir seseorang (kognitif). Pemeriksaan bisa berupa konsultasi dengan spesialis saraf (neorologist), brain mapping, dan tes demensia. "Tes psikologi penting, tapi perlu dilengkapi dengan pemeriksaan saraf oleh neurologist," papar Mulyadi.
Lakukan cek otak untuk menghambat demensia
Penyakit demensia tak bisa dilepaskan dari faktor usia seseorang. Semakin tua umur seseorang, maka akan semakin besar pula peluang terkena penyakit gangguan kognitif dan daya ingat ini. Berdasarkan data medis, penyakit ini mulai dirasakan oleh mereka yang berusia 60 tahun ke atas, dengan tahapan atau stadium yang bervariasi. Nah, karena bervariasi, maka penyakit ini sebenarnya bisa saja menyerang penderita jauh sebelum usia 60 tahun. Oleh karena itu, menurut Mulyadi Tedjapranata, Direktur Klinik Medizone, di Jakarta, Anda yang berusia antara 40-50 tahun (tahap pre-syptom) harus mengecek kemampuan otak. Tujuannya untuk mengetahui adanya gangguan mengingat (demensia) dan kemampuan berpikir seseorang (kognitif). Pemeriksaan bisa berupa konsultasi dengan spesialis saraf (neorologist), brain mapping, dan tes demensia. "Tes psikologi penting, tapi perlu dilengkapi dengan pemeriksaan saraf oleh neurologist," papar Mulyadi.