Lakukan Efisiensi Anggaran, BGN Bakal Moratorium Pembangunan Dapur



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan melakukan efisiensi anggaran besar-besaran dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyebut saat ini anggaran BGN saat ini mencapai Rp 268 triliun, dipotong dari sebelumnya sebesar Rp 335 triliun di tahun ini. 

Nanik memastikan anggaran ini akan bisa ditekan kembali, salah satunya dengan moratorium pembangunan dapur di titik-titik baru. 


"Jadi kita sekarang banyak yang mendaftar. Saat ini sudah ada 27 ribu dapur yang sudah operasional. Kita beresin ini dulu," kata Nanik dalam Konferensi Pers di Kantor BGN, Kamis (4/6/2026). 

Baca Juga: Kasus Korupsi Kepala BGN, Menkeu Purbaya Akan Perketat Pengawasan Anggaran MBG

Nanik menyebut BGN akan fokus perbaikan tata kelola terhadap 27 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini sudah ada. 

Nanik mengatakan moratorium akan dibuka kembali saat perbaikan tata kelola dapur tersebut sudah rampung. Selain itu, BGN juga akan fokuskan terhadap pembangunan dapur di wilayah 3T. 

"Jadi Pak Presiden pesannya pada kami harus ke 3T dulu untuk pemerataan. Tapi bukan berati tidak banyak dapur, karena kalau banyak juga tidak efisien," tegas Nanik. 

Upaya efisiensi lain yang dilakukan adalah BGN akan menyalurkan MBG lebih tepat sasaran kepada para penerma manfaat. 

Sebelumnya, Pemerintah memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 dari semula Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun. 

Pengurangan anggaran tersebut dilakukan seiring upaya pemerintah meningkatkan efisiensi dan memperbaiki pengelolaan program prioritas tersebut. 

Baca Juga: Pergantian Kepala BGN Bisa Redam Sentimen Negatif Masyarakat terhadap Program MBG

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, langkah efisiensi itu merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar dana program MBG dapat dimanfaatkan lebih optimal tanpa mengurangi efektivitas pelaksanaan di lapangan. 

“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, pemerintah masih menghitung skema terbaik untuk menekan biaya program tanpa mengganggu tujuan utama MBG, yakni memastikan peserta didik memperoleh akses makanan bergizi. 

Baca Juga: Prabowo: MBG Jadi Investasi Besar Masa Depan Bangsa dan Kebangkitan Ekonomi Desa

"Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Yang penting itu,” ujar Purbaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News