Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Merosot di Tengah Eskalasi Perang AS-Iran



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Aktivitas pelayaran kapal komoditas melalui Selat Hormuz mengalami penurunan di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Kondisi ini berpotensi menambah tekanan terhadap jalur perdagangan energi utama dunia tersebut.

Data awal pelayaran menunjukkan hanya enam kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Selasa (8/9/2026). Jumlah tersebut turun dibandingkan sembilan kapal pada sehari sebelumnya dan berada di bawah rata-rata sekitar 12 kapal dalam 10 hari terakhir.

Data tersebut berasal dari pemantauan perusahaan pelacak kapal Kpler pada pukul 02.00 GMT (09:00 WIB). Namun, jumlah pelayaran masih dapat berubah karena sejumlah kapal biasanya mematikan transponder selama perjalanan.


Dari enam kapal yang terpantau melintasi Selat Hormuz, lima kapal tercatat memasuki jalur tersebut, sedangkan satu kapal keluar. Armada itu mencakup satu kapal jenis Panamax dan satu kapal tanker intermediate.

Baca Juga: Perang Timur Tengah Memanas, Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi

Penurunan lalu lintas kapal terjadi ketika konflik di Timur Tengah kembali mengalami eskalasi. Pada Selasa, kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman melancarkan serangan ke sejumlah kota di Arab Saudi, yang semakin menyeret sekutu AS tersebut ke dalam konflik.

Selain itu, pasukan AS dilaporkan menyerang sejumlah kapal tanker minyak Iran, sementara Iran melancarkan serangan terhadap sebuah pangkalan militer AS di Yordania.

Lalu Lintas Bab el-Mandeb Juga Menurun

Tekanan terhadap jalur pelayaran strategis juga terlihat di Selat Bab el-Mandeb, salah satu titik sempit perdagangan maritim penting di Timur Tengah.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Dekati US$ 100, Dipicu Serangan Baru di Timur Tengah

Sebanyak 25 kapal komoditas tercatat melintasi Bab el-Mandeb pada Selasa. Dari jumlah tersebut, 11 kapal memasuki selat dan 14 kapal keluar.

Jumlah tersebut masih berada di bawah rata-rata sekitar 27 kapal yang melintasi Bab el-Mandeb selama 10 hari terakhir.

Kapal-kapal yang melewati jalur tersebut mencakup dua tanker Suezmax, delapan tanker Aframax, dan satu kapal Very Large Crude Carrier (VLCC).