KONTAN.CO.ID - DALLAS. Penyerang tim nasional Spanyol, Lamine Yamal, genap berusia 19 tahun pada Senin (13/7/2026), di tengah sorotan besar menjelang laga semifinal Piala Dunia melawan Prancis. Di balik perayaan ulang tahun, hadiah kalung berlian, dan perhatian publik yang semakin besar, Yamal memilih menyampaikan pesan yang lebih penting: sepak bola harus menjadi sarana pemersatu. Pernyataan tersebut disampaikan Yamal saat menanggapi komentar kontroversial mantan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, yang menyebut Prancis sebagai tim hebat tetapi "tidak memiliki pemain Prancis".
Lamine Yamal, yang merupakan putra dari ayah berdarah Maroko dan ibu asal Guinea Khatulistiwa, menegaskan bahwa sepak bola seharusnya mampu menjembatani perbedaan. "Besok kami akan memainkan pertandingan yang luar biasa, tetapi jika sepak bola memiliki tujuan, maka tujuannya adalah menyatukan orang-orang," ujar Lamine kepada wartawan di Dallas.
Baca Juga: Daftar Pemain dengan Kemenangan Terbanyak di Piala Dunia, Messi Memimpin "Prancis dan Spanyol adalah contoh integrasi. Itulah esensi sepak bola, yakni integrasi. Bukan membicarakan apa yang telah dikatakan orang lain," lanjutnya. Jawaban tersebut menunjukkan kedewasaan seorang pemain muda yang, di usianya yang masih belia, tetap harus menghadapi pertanyaan seputar hadiah ulang tahun hingga sorotan terhadap keluarganya selama turnamen berlangsung.
Adik Lamine Yamal Jadi Sorotan
Lamine tersenyum saat ditanya mengenai adiknya yang baru berusia tiga tahun, Keyne. Tingkah spontan Keyne di depan kamera televisi justru menjadikannya salah satu daya tarik tak terduga bagi pendukung Spanyol di Piala Dunia. "Adik saya tidak menyadarinya," kata Lamine. "Dia melakukan apa yang biasa dilakukannya di rumah, dan ketika kamera menyorotnya, dia mulai bertingkah usil," ungkapnya. "Saya senang ketika orang-orang menyukainya. Lucu melihatnya muncul di layar televisi," tambahnya. Di sisi lain, Yamal juga hadir dalam konferensi pers dengan mengenakan kalung berlian mewah yang dibelinya sendiri sebagai hadiah ulang tahun. Momen tersebut terjadi hanya sehari sebelum pertandingan yang ia sebut sebagai laga terbesar dalam hidupnya.
Tak Khawatir Baru Cetak Satu Gol
Meski baru mencetak satu gol sepanjang turnamen, Yamal mengaku tidak terlalu memikirkan catatan pribadinya. Baginya, yang terpenting adalah keberhasilan tim melangkah sejauh mungkin di Piala Dunia. "Setiap turnamen berbeda," ujarnya. "Saya tidak khawatir karena sejauh ini baru mencetak satu gol di Piala Dunia. Yang terpenting, kami terus menang," paparnya. "Saya pernah melihat Spanyol tersingkir dari Piala Dunia, dan sejauh ini hal itu belum terjadi. Saya berharap bisa terus bermain agar memiliki kesempatan mencetak gol," kata Yamal.
Baca Juga: Prediksi Prancis vs Spanyol: Les Bleus Tantang Rekor Tak Terkalahkan La Roja Spanyol akan menghadapi Prancis di Dallas untuk memperebutkan satu tempat di final Piala Dunia. Pekan ulang tahun Yamal pun menambah cerita tersendiri bagi pemain muda yang semakin terbiasa menghadapi sorotan besar. "Ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa, pertandingan yang sudah dinantikan banyak orang. Kedua tim akan menyerang dan bertahan. Saya yakin laga ini akan berlangsung sangat seimbang," tuturnya. Menjelang pertandingan penting tersebut, Yamal berharap sepak bola berbicara melalui aksi di lapangan dan membawa Spanyol melangkah satu tahap lebih dekat menuju gelar juara dunia.