KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan melaporkan realisasi belanja negara sepanjang 2023 mencapai Rp 3.121,9 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, realisasi belanja tersebut mencapai 102,2% dari atau melebihi target APBN sebesar Rp 3.061,2 triliun. Realisasi ini juga mencapai 100,2% dari target yang dinaikkan dalam Perpres Nomor 75/2023 sebesar Rp 3.117,2 triliun. “Realisasi belanja negara ini juga tumbuh 0,8% dari belanja tahun lalu (Rp 3.096,3 triliun),” tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (2/1).
Sri Mulyani menyampaikan, realisasi belanja negara yang melebihi target ini mencerminkan bahwa belanja pemerintah terakselerasi dengan baik. Baca Juga: APBN 2023 Ditutup dengan Defisit 1,65% dari PDB, Lebih Rendah dari Target Awal Ia merinci, dari realisasi belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat (BPP) yang realisasinya mencapai Rp 2.240,6 triliun, atau mencapai 97,3% dari target dalam Perpres 75/2023 yang sebesar Rp 2.302,5 triliun. Realisasi ini juga turun sebesar 1,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari belanja BPP tersebut tersalurkan kepada belanja kementerian dan lembaga (K/L) yang terealisasi sebesar Rp1.153,5 triliun atau tumbuh sebesar 6,3% secara tahunan, sementara belanja non K/L terealisasi sebesar Rp 1.087,2 triliun atau turun 9,0% dibandingkan periode sama tahun lalu. Sri Mulyani menyampaikan, realisasi belanja non K/L mengalami penurunan karena dipengaruhi oleh harga komoditas, terutama penurunan harga minyak, sehingga belanja subsidi dan kompensasi energi terealisasi lebih rendah dari yang dianggarkan.