KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fenomena defisit anggaran kini tidak hanya membayangi pemerintah pusat, tetapi juga merambat ke pemerintah daerah (pemda). Sejumlah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mulai mengajukan pinjaman ke pemerintah pusat guna menambal celah fiskal yang melebar demi menjaga keberlanjutan proyek pembangunan. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai fenomena ini menunjukkan adanya tekanan struktural dalam fiskal daerah. Menurutnya, situasi ini muncul ketika kebutuhan belanja pembangunan terus meningkat, namun tidak dibarengi dengan pertumbuhan pendapatan daerah yang sepadan. "Kalau saya melihat fenomena ini, sebenarnya kita sedang melihat tekanan struktural dalam fiskal daerah. Banyak pemerintah daerah, termasuk Jawa Barat, menghadapi situasi ketika kebutuhan belanja pembangunan terus meningkat sementara pendapatan daerah tidak tumbuh secepat itu. Akibatnya muncul defisit fiskal," ujarnya kepada Kontan, Selasa (10/3/2026).
Lampu Kuning Fiskal Daerah, Ekonom Ungkap Beberapa Faktor Ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fenomena defisit anggaran kini tidak hanya membayangi pemerintah pusat, tetapi juga merambat ke pemerintah daerah (pemda). Sejumlah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mulai mengajukan pinjaman ke pemerintah pusat guna menambal celah fiskal yang melebar demi menjaga keberlanjutan proyek pembangunan. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai fenomena ini menunjukkan adanya tekanan struktural dalam fiskal daerah. Menurutnya, situasi ini muncul ketika kebutuhan belanja pembangunan terus meningkat, namun tidak dibarengi dengan pertumbuhan pendapatan daerah yang sepadan. "Kalau saya melihat fenomena ini, sebenarnya kita sedang melihat tekanan struktural dalam fiskal daerah. Banyak pemerintah daerah, termasuk Jawa Barat, menghadapi situasi ketika kebutuhan belanja pembangunan terus meningkat sementara pendapatan daerah tidak tumbuh secepat itu. Akibatnya muncul defisit fiskal," ujarnya kepada Kontan, Selasa (10/3/2026).