Landstar Garment Investasi Rp 203 Miliar di KEK Kendal, Bidik Pasar Ekspor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Landstar Garment Indonesia menginvestasikan Rp 203 miliar untuk membangun fasilitas produksi pakaian jadi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. 

Perusahaan asal China ini menargetkan kapasitas produksi mencapai 1 juta potong pakaian per tahun mulai 2027, dengan orientasi utama pasar ekspor.

Komisaris PT Landstar Garment Indonesia Zou Hao mengatakan, pembukaan pabrik di Kendal menjadi bagian dari pengembangan bisnis perusahaan di Indonesia. 


Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi garmen untuk memenuhi permintaan pasar internasional.

Baca Juga: Operator Pelabuhan Hadapi Kendala Konsesi, Prospek Pertumbuhan Tetap Terbuka

“Kami berharap fasilitas produksi di Kendal dapat mendukung pengembangan usaha kami secara bertahap dan menghasilkan produk garmen berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional,” ujar Zou dalam peresmian pabrik, Kamis (22/10).

Total investasi Landstar Garment Indonesia direncanakan mencapai Rp 203 miliar dan ditargetkan terealisasi seluruhnya pada 2028. Hingga tahun lalu, perusahaan telah merealisasikan investasi sebesar Rp 103 miliar.

Pada awal operasional tahun ini, perusahaan menargetkan kapasitas produksi sebanyak 500.000 potong pakaian. Kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 1 juta potong per tahun mulai 2027, seiring pengembangan operasional pabrik.

Dari sisi pasar, sekitar 95% hasil produksi pabrik Kendal akan dialokasikan untuk pasar Jepang, sedangkan sisanya ditujukan ke China. Produk yang dihasilkan mencakup berbagai jenis pakaian jadi, mulai dari kemeja, blus, celana, rok, jaket, hingga blazer.

Pengembangan fasilitas produksi tersebut juga diproyeksikan menyerap sekitar 800 tenaga kerja lokal secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang.

Executive Director KEK Kendal Juliani Kusumaningrum mengatakan, masuknya Landstar Garment Indonesia menambah aktivitas manufaktur berorientasi ekspor di kawasan tersebut. Kehadiran investor ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar kawasan industri.

“Kami berharap perkembangan perusahaan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal, membuka peluang bagi UMKM di sekitar kawasan, serta berkontribusi terhadap peningkatan ekspor produk manufaktur Indonesia,” kata Juliani.

Sebagai pengelola kawasan, PT Kawasan Industri Kendal menyediakan infrastruktur dan layanan pendukung untuk menunjang operasional perusahaan. Dukungan tersebut diharapkan membantu Landstar Garment Indonesia meningkatkan kapasitas produksi sesuai dengan rencana pengembangan bisnisnya.

Dengan target investasi Rp 203 miliar dan peningkatan kapasitas produksi menjadi 1 juta potong pakaian per tahun mulai 2027, ekspansi Landstar Garment Indonesia menambah aktivitas industri garmen di KEK Kendal.

Fokus ekspor ke Jepang dan China menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menggarap pasar internasional melalui basis produksi di Indonesia.

Baca Juga: Update Progres PLTN, Pemerintah Tengah Identifikasi Lokasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News