KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Langgeng Makmur Industri Tbk PT (LMPI) bersiap menjual aset properti di Tangerang senilai Rp 160 miliar. Aset tersebut akan dialihkan kepada PT Gunacipta Multirasa PT Gunacipta Multirasa, perusahaan yang dikenal sebagai produsen bumbu masak dengan merek Koepoe-Koepoe dan Duo Belibis. Aset yang akan dijual berupa tanah seluas 43.722 m² beserta bangunan pabrik dan gudang sekitar ±13.150 m² yang berlokasi di Jl. Faliman Jaya No. 18, Daan Mogot KM 19, Kota Tangerang, Banten. "Nilai kesepakatan ditetapkan sebesar Rp 160 miliar belum termasuk PPN, dan ditegaskan sebagai transaksi dengan pihak ketiga independen sehingga tidak termasuk transaksi afiliasi maupun mengandung benturan kepentingan,” tulis Henry Subianto, Corporate Secretary LMPI dalam keterbukaan informasi di BEI Jumat (26/6/2026). Langkah divestasi ini bukan semata keputusan pelepasan aset, melainkan bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperbaiki likuiditas dan efisiensi keuangan jangka panjang. Manajemen menilai bahwa pemanfaatan aset gudang di Tangerang tersebut sudah tidak lagi optimal terhadap kebutuhan operasional saat ini, sehingga pelepasan aset dapat menghasilkan dana segar yang lebih produktif untuk penguatan bisnis.
Langgeng Makmur (LMPI) Jual Pabrik & Gudang Rp 160 Miliar ke Produsen Duo Belibis
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Langgeng Makmur Industri Tbk PT (LMPI) bersiap menjual aset properti di Tangerang senilai Rp 160 miliar. Aset tersebut akan dialihkan kepada PT Gunacipta Multirasa PT Gunacipta Multirasa, perusahaan yang dikenal sebagai produsen bumbu masak dengan merek Koepoe-Koepoe dan Duo Belibis. Aset yang akan dijual berupa tanah seluas 43.722 m² beserta bangunan pabrik dan gudang sekitar ±13.150 m² yang berlokasi di Jl. Faliman Jaya No. 18, Daan Mogot KM 19, Kota Tangerang, Banten. "Nilai kesepakatan ditetapkan sebesar Rp 160 miliar belum termasuk PPN, dan ditegaskan sebagai transaksi dengan pihak ketiga independen sehingga tidak termasuk transaksi afiliasi maupun mengandung benturan kepentingan,” tulis Henry Subianto, Corporate Secretary LMPI dalam keterbukaan informasi di BEI Jumat (26/6/2026). Langkah divestasi ini bukan semata keputusan pelepasan aset, melainkan bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperbaiki likuiditas dan efisiensi keuangan jangka panjang. Manajemen menilai bahwa pemanfaatan aset gudang di Tangerang tersebut sudah tidak lagi optimal terhadap kebutuhan operasional saat ini, sehingga pelepasan aset dapat menghasilkan dana segar yang lebih produktif untuk penguatan bisnis.
TAG: