KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tengah menyiapkan langkah strategis baru melalui rencana penerbitan obligasi, dengan salah satu fokus penggunaan dana sebesar Rp1,5 triliun untuk anak usahanya, PT Arutmin Indonesia. Manajemen BUMI menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk mendukung keberlanjutan operasional Arutmin, termasuk kebutuhan perpanjangan izin usaha pertambangan serta kewajiban hilirisasi batubara sesuai kebijakan pemerintah. Hilirisasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang BUMI, termasuk pengembangan bisnis berbasis nilai tambah seperti konversi batubara menjadi metanol.Proyek gasifikasi batubara tersebut membutuhkan investasi besar sekitar US$ 2,5 miliar atau setara Rp 43 triliun, sehingga pendanaan menjadi faktor krusial. Rencananya, fasilitas ini akan memproduksi sekitar 2 juta ton metanol per tahun dengan kebutuhan 7,7 juta ton batubara kalori rendah. Groundbreaking ditargetkan pada 2026 dan mulai beroperasi komersial pada 2029.
Langkah BUMI Membangun Fondasi Hilirisasi Batubara
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tengah menyiapkan langkah strategis baru melalui rencana penerbitan obligasi, dengan salah satu fokus penggunaan dana sebesar Rp1,5 triliun untuk anak usahanya, PT Arutmin Indonesia. Manajemen BUMI menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk mendukung keberlanjutan operasional Arutmin, termasuk kebutuhan perpanjangan izin usaha pertambangan serta kewajiban hilirisasi batubara sesuai kebijakan pemerintah. Hilirisasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang BUMI, termasuk pengembangan bisnis berbasis nilai tambah seperti konversi batubara menjadi metanol.Proyek gasifikasi batubara tersebut membutuhkan investasi besar sekitar US$ 2,5 miliar atau setara Rp 43 triliun, sehingga pendanaan menjadi faktor krusial. Rencananya, fasilitas ini akan memproduksi sekitar 2 juta ton metanol per tahun dengan kebutuhan 7,7 juta ton batubara kalori rendah. Groundbreaking ditargetkan pada 2026 dan mulai beroperasi komersial pada 2029.