Langkah Kobexindo (KOBX) diversifikasi pendapatan



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) melalui anak usahanya, PT Kobexindo Foton Indonesia, menandatangani perjanjian kerjasama dengan Foton Truck. Dengan kerjasama tersebut, Kobexindo akan menjadi distributor eksklusif Foton Trucks di Indonesia untuk menggarap segmen pasar on-road trucks di Indonesia.

Masuknya ke pasar kendaraan komersil tersebut seiring dengan prioritas pemerintah dalam pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol. Alhasil permintaan kendaraan truk terus meningkat.

Martio, Direktur PT Kobexindo Tractors Tbk menjelaskan merupakan salah-satu strategi diversifikasi Kobexindo di luar penjualan unit alat berat. Adapun produk yang akan dipasarkan nanti yakni jenis prime mover, dump truck dan mixer trucks yang merupakan hasil kolaborasi antara Foton dan Mercedes-Benz.


Sekadar info, di Indonesia grup Daimler sudah ada lewat Mitsubishi Fuso dan juga PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI). “Kami tidak berkompetisi dengan mereka karena pasarnya beda,” kata Martio kepada KONTAN, Selasa (7/5). Dengan kemitraan ini, Kobexindo Foton Indonesia sebagai exclusive dealer untuk truk Foton di Indonesia, bertanggung jawab atas pelayanan purna jual dari sisi kesediaan suku cadang dan jasa perawatan (services & maintenance). “Sehingga kami memiliki peluang yang baik untuk memasarkannya di Indonesia,” paparnya.

Untuk tahap awal, Kobexindo akan memasarkan truk CBU yang di produksi dari Beijing Foton Daimler Automotivedi China untuk truk on-road seperti prime mover, dump truck dan mixer trucks. Produk ini akan mencakup segmen pasar logistik (trailer dan tractor head) dan konstruksi (cut & fill dan beton ready mix).

Martio tak menutup kemungkinan pasca menjadi distributor akan dapat beralih menjadi Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) resmi di Indonesia. Begitupula dengan rencana untuk membangun pabrik di Indonesia. “Belum ada bangun pabrik rencana saat ini. Namun, kami tidak menutup peluang jika secara bisnis memang menguntungkan,” katanya.

Karena baru dimulai tahun ini, diprediksi kontribusi bisnis Foton bagi kinerja emiten berkode saham KOBX ini mssih relatif kecil di tahun ini. “Pada tahap awal persiapan kami akan memasarkan beberapa jenis on road truck dan kedepan akan dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi terkini,” jelasnya. Dalam kuartal I-2019, KOBX membukukan pendapatan US$ 24,79 juta, atau tumbuh 3,74% p dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yakni sebesar US$ 23,90 juta. Dari hasil tersebut, Kobexindo telah mengamankan 22% dari target pencapaian pendapatan di 2019. Sedangkan laba bersih tumbuh 1,64% menjadi US$ 1,22 dibandingkan triwulan 1-2018 sebesar US$ 1,20juta.

Martio menambahkan kinerja ini sudah baik karena di tengah kondisi bisnis saat ini KOBX bisa tetap tumbuh. Pencapaian ini tidak lepas dari strategi diversifikasi yang dilakukan Perseroan, yakni memperkuat pendapatan di luar penjualan alat berat pertambangan.

“Model bisnis yang kami miliki saat ini mampu saling menopang. Lonjakan dari segmen jasa perbaikan (service & maintenance) pada tiga bulan pertama yang tumbuh 74,26% mampu membackup pendapatan segmen penjualan unit alat berat yang terkoreksi tipis,” katanya.

Selain memiliki segmen penjualan unit alat berat, Kobexindo juga memiliki segmen penjualan suku cadang, jasa perbaikan dan sewa yang terdiri dari sewa alat berat dan sewa bangunan.

Segmen penjualan alat berat membukukan pendapatan sebesar US$ 19,05 juta pada tiga bulan pertama 2018, meski terkoreksi tipis 4,86% segmen ini merupakan kontributor utama pendapatan konsolidasi Perseroan dengan porsi 76,84%.

Sekedar info, segmen penjualan alat berat merupakan tulang punggung (backbone) pendapatan KOBX yang terutama bersumber dari penjualan alat-alat berat pertambangan seperti Doosan Excavator DX520 yang menjadi best seller excavator perusahaan. Adapun segmen penjualan suku cadang merupakan kontributor terbesar kedua setelah segmen penjualan alat berat. Segmen ini membukukan pendapatan sebesar US$ 3,47 juta pada kuartal I-2019. Atau tumbuh 74,26% dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini