Lanjutkan Pelemahan, IHSG Dibuka Turun 0,55% ke 6.982,08 pada Jumat (2/12)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya mengikuti jejak bursa regional pada perdagangan Jumat (2/12). Mengutip RTI pukul 09.05 WIB, indeks terkoreksi 0,55% atau 38,723 poin ke level 6.982,080.

Tercatat 199 saham turun, 167 saham naik, dan 204 saham stagnan. Volume perdagangan 2,11 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 664,4 miliar.

Sebanyak sembilan indeks sektoral menyeret IHSG ke zona merah. Tiga sektor dengan penurunan terdalam yaitu IDX-Indust 0,80%, IDX-Techno 0,75%, dan IDX-Finance 0,59%.


Baca Juga: Sambut Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham INTP, KLBF, PWON, TBIG Hari Ini

Saham-saham top losers LQ45:

- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 6,38%

- PT Bank Jago Tbk (ARTO) turun 4,21%

- PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 1,87%

Saham-saham top gainers LQ45:

- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik 2,04%

- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 1,71%

- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 1,14%

Baca Juga: IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham NICL, TOBA, ADRO, INCO, EXCL

Sementara itu, bursa saham Asia sebagian besar turun hari ini. Investor mencari kejelasan setelah China mengisyaratkan sedikit pelonggaran pembatasan ketat Covid-19.

Bursa saham Jepang memimpin kerugian pasar regional, dengan Nikkei 225 diperdagangkan turun 1,92% dan Topix turun 2%. Kospi di Korea Selatan turun 0,97% karena negara melihat indeks harga konsumen tahunan untuk November lebih rendah dari bulan sebelumnya.

Indeks Hang Seng Hong Kong menghapus kenaikan sebelumnya dan diperdagangkan turun 0,3%pada jam pertama perdagangan. Di China daratan, Komposit Shanghai dan Shenzhen Component hampir datar.

Di Australia, S&P/ASX 200 turun 0,55% karena Gubernur Reserve Bank of Australia, Philip Lowe, dijadwalkan untuk berbicara di kemudian hari.

Semalam di Wall Street, Dow ditutup hampir 200 poin lebih rendah menjelang laporan pekerjaan utama. Di mana para ekonom memperkirakan akan melihat pertumbuhan yang lebih lambat tetapi ketahanan untuk bulan November di tengah pengumuman PHK dan pembekuan perekrutan.

 
GOTO Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto