Lapangan Kerja AS Melambat, Data ADP Juli Hanya Tambah 44.000 Pekerjaan



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta Amerika Serikat (AS) melambat pada Juli 2026, berdasarkan laporan ketenagakerjaan nasional ADP yang dirilis pada Rabu (5/8/2026).

Laporan ADP menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 44.000 pekerjaan pada Juli, turun dibandingkan kenaikan 95.000 pekerjaan pada Juni setelah dilakukan revisi. Angka tersebut juga berada di bawah perkiraan ekonom yang disurvei Reuters, yang memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja swasta mencapai 70.000 posisi pada Juli.

Baca Juga: Mark Zuckerberg Minta Maaf kepada Pemerintah India Terkait Konten Eksploitasi Anak


Laporan ADP tersebut dikembangkan bersama Stanford Digital Economy Lab dan dirilis menjelang publikasi laporan ketenagakerjaan resmi dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) AS yang dijadwalkan pada Jumat. Laporan BLS menjadi indikator yang lebih luas dan lebih diperhatikan oleh pasar, meski data ADP selama ini dinilai belum selalu akurat dalam menggambarkan estimasi payroll sektor swasta versi BLS.

Sebelumnya, BLS melaporkan bahwa jumlah lowongan kerja di AS mencapai 1,04 posisi untuk setiap satu orang pengangguran pada Juni, relatif tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.

Survei Reuters terhadap para ekonom memperkirakan sektor swasta AS akan mencatat kenaikan 78.000 pekerjaan pada Juli setelah meningkat 49.000 pekerjaan pada Juni. Sementara itu, total penyerapan tenaga kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) diproyeksikan bertambah 80.000 pekerjaan, setelah naik 57.000 pada Juni.

Tingkat pengangguran AS diperkirakan tetap berada di level 4,2%. Namun, terdapat risiko angka pengangguran meningkat setelah survei Conference Board pada pekan sebelumnya menunjukkan jumlah konsumen yang menilai lapangan kerja masih "melimpah" turun pada Juli ke level terendah sejak Februari 2021.

Perlambatan penciptaan lapangan kerja ini menjadi perhatian pasar karena dapat memberikan gambaran mengenai arah ekonomi AS dan kemungkinan langkah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.