Lapor ke Prabowo, Bahlil: Stok BBM Cukup Hingga 12 Hari



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pasokan BBM di Bali dalam kondisi aman. 

Hal itu disampaikannya langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurta (SKP) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). 

"Alhamdulillah di Bali bapak Presiden stoknya sudah mencapai 12 hari," kata Bahlil dalam keterangan resminya, Jumat (23/10/2026). 


Bahlil bilang keterlambatan pasokan BBM di Bali bukan disebabkan kekurangan cadangan nasional, melainkan kendala distribusi dari Jawa Timur akibat keterlambatan kedatangan kapal. 

Baca Juga: Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini (24/10), Segini Volumenya

Lebih lanjut, Bahlil turut melaporkan cadangan BBM nasional yang diklaim aman. 

Bahlil berujar bahwa stok pertalite tersedia untuk 16 hari hingga 18 hari, sementara jenis BBM lainnya berada di atas standar minimum nasional. 

"Untuk cadangan BBM kita sekarang untuk pertalite Bapak Presiden di angka 16 sampai 18 hari. Ini yang subsidi. RON 90. Kalau yang lainya semuanya di atas standar minimum nasional," terangnya. 

Kelangkaan BBM di Bali pertama kali terjadi pada Minggu (11/10/2026). Pada Jumat (16/10/2026) sore, sebelum diterapkan ganjil genap, sejumlah SPBU di Kota Denpasar tutup karena kehabisan stok. 

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyebut, pihaknya sudah melakukan evaluasi. Dia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan pihak kepolisian dan TNI yang membantu pengamanan, termasuk menjadi operator SPBU serta pengendara mobil tangki BBM.

Baca Juga: Haka Auto Andalkan Flash Charging dan Teknologi DM untuk Perluas Pasar Mobil Listrik

"Juga berterima kasih kepada masyarakat Bali dan seluruh jajarannya. Pertamina berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan penyaluran dan distribusi energi dan memastikan seluruh wilayah dilayani dengan baik. Kami percaya energi adalah denyut nadi perekonomian Pulau Bali. Untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, dan aktivitas ekonomi lainnya," jelas Simon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News