KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terus bangkit pada semester II 2026 bersamaan dengan laporan keuangan yang membaik.Apakah saham blue chip di Indeks LQ45 ini layak beli atau saatnya jual untuk merealisasikan keuntungan? Harga saham UNVR pada akhir perdagangan Jumat 7 Agustus 2026 di level Rp 1.820 naik 15 poin atau 0,83% secara harian. Selama perdagangan 30 hari terakhir, harga saham UNVR terakumulasi naik 90 poin atau 5,20%. Kenaikan harga saham UNVR bersamaan dengan tanda-tanda pemulihan kinerja setelah menghadapi tekanan pangsa pasar dalam beberapa tahun terakhir.
Margin UNVR masih tertekan
Meski pertumbuhan penjualan dan pangsa pasar mulai membaik, tekanan biaya masih menjadi tantangan bagi Unilever Indonesia. CGS International Sekuritas mencatat gross profit margin (GPM) pada kuartal II 2026 turun menjadi 45,0%. Penurunan margin dipengaruhi kenaikan biaya bahan baku, termasuk crude palm oil (CPO), bahan kemasan, dan surfaktan. UNVR juga masih menanggung biaya transformasi yang relatif tinggi, terutama terkait optimalisasi rantai pasok dan distribusi. Namun, tekanan tersebut diperkirakan mulai mereda pada semester II 2026. Baruna memperkirakan margin laba kotor UNVR meningkat dari 46,6% pada semester I 2026 menjadi 48,6% pada semester II 2026. Perbaikan tersebut diharapkan berasal dari penurunan biaya transformasi serta dampak kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP). Dalam analyst call pada 28 Juli 2026, manajemen menyampaikan biaya transformasi sepanjang 2026 diperkirakan 30%-40% lebih rendah dibandingkan 2025. Data perusahaan juga menunjukkan margin kotor operasi berkelanjutan semester I 2026 berada di 46,6%, turun 168 basis poin dari tahun sebelumnya. Tanpa biaya transformasi, margin kotor mencapai 47,7%. Tonton: IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Senin 10 Agustus, Bisa Tembus 6.500? Ini Saham PilihannyaTarget harga saham UNVR Rp2.040
Meski melihat adanya perbaikan operasional, CGS International Sekuritas melakukan penyesuaian terhadap proyeksi kinerja UNVR. Analis memangkas proyeksi non-core earnings per share (EPS) 2026 sebesar 2%. Penyesuaian tersebut terutama dipengaruhi estimasi nilai bersih divestasi bisnis teh yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Asumsi GPM 2026 juga diturunkan dari 48,3% menjadi 47,6% akibat estimasi biaya input yang lebih tinggi. Sementara itu, proyeksi EPS 2027-2028 hanya dipangkas 1%. Di sisi lain, estimasi pertumbuhan penjualan segmen HPC dinaikkan menjadi 7% yoy dari sebelumnya 6%, seiring semakin luasnya cakupan distribusi. Terlepas dari penyesuaian tersebut, CGS International Sekuritas mempertahankan rekomendasi Add untuk saham UNVR. Baruna menilai ekspansi distribusi, transformasi digital, optimalisasi persediaan, dan stabilisasi harga berpotensi mendukung pemulihan kinerja UNVR secara bertahap. Namun, CGS International Sekuritas menurunkan target harga UNVR berbasis discounted cash flow (DCF) menjadi Rp2.040 per saham. Penurunan target harga terutama disebabkan kenaikan asumsi weighted average cost of capital (WACC) dari 9,3% menjadi 10,4%. Kenaikan tersebut dipicu peningkatan asumsi risk-free rate menjadi 7,1% dari sebelumnya 6,0%, sejalan dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun. Pada perdagangan Jumat (7/8/2026), saham UNVR ditutup naik 0,83% ke Rp1.820 per saham. Dalam sepekan, saham UNVR telah menguat 3,41%. Dengan target harga Rp2.040, masih terdapat ruang kenaikan sekitar 12,1% dari harga penutupan tersebut. Tonton: 14 Manfaat Kapulaga bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui, Benarkah Bisa Turunkan Gula Darah?Katalis dan risiko saham UNVR
Menurut Baruna, terdapat sejumlah katalis yang dapat mendorong re-rating saham UNVR. Dua faktor utama yang perlu diperhatikan adalah keberlanjutan perbaikan pangsa pasar pada semester II 2026 dan peningkatan disiplin fiskal perusahaan.ORI030 Ludes Rp40 Triliun! Ini 4 SBN Ritel yang Masih Bisa Dibeli hingga Akhir 2026
© 2026 Konten oleh Kontan