Laris Manis Berkat Event Wisata Bahari



0809m1_29_planetdiving_diving3PEMERINTAH kita sedang bersemangat mengangkat pamor wisata bahari. Setelah menggelar World Ocean Conference (WOC) di Sulawesi Utara pada bulan Mei yang lalu, pemerintah juga mengelar rangkaian wisata bahari yang bertajuk Sail Bunaken antara tanggal 12 Agustus sampai 20 Agustus lalu. Selain mendatangkan rezeki bagai para penyedia jasa pariwisata, berbagai program promosi pemerintah itu ternyata juga turut mendongkrak pendapatan para penyelenggara kursus menyelam atawa diving. Sebab, animo masyarakat untuk menjajal kegiatan diving semakin meningkat. Simak saja kisah Ezra Ratuliu, pengelola kursus selam   Blue Ribbon di Vila Pamulang, Tangerang. Ezra bilang, jumlah peserta kursusnya terus bertambah. "Dulu tiga sampai empat orang, sekarang rata-rata sekitar 15 orang per bulan. Pernah juga mencapai 60 orang sebulan," tutur Ezra. Menurutnya, promosi dan  event wisata bahari sangat berperan dalam mendongkrak jumlah peserta kursusnya. Padahal, biaya belajar menyelam ini lumayan mahal.  Ezra memungut ongkos kursus diving sekitar Rp 2,5 juta per orang. Biaya ini sudah termasuk ongkos sewa perlengkapan seperti tabung oksigen plus regulatornya, masker, dan fins (sepatu selam). Selain itu, paket kursus itu juga sudah mencakup ujian yang dilakukan di laut, di sekitar Pulau Sangyang, untuk mendapatkan sertifikat. "Praktek menyelamnya empat hari di kolam, yakni kolam renang Senayan dengan durasi sekitar 2 jam-3 jam, kemudian ujian di laut terbuka selama satu hari," jelasnya. Dari usaha kursus ini, Ezra mengaku mengantongi omzet sekitar Rp 37,5 juta per bulan. Namun, menurutnya, margin laba yang ia kantongi tidak terlampau besar, yaitu hanya sekitar 15% dari total omzet. Selain Ezra, Alexander, pemilik Planet Diving, juga menangguk rezeki melimpah dari bisnis kursus menyelam ini. Ia mengaku, jumlah peserta kursus di Planet Diving yang ia dirikan enam tahun lalu terus meningkat. Bahkan, belakangan ini, kenaikannya bisa mencapai 200%. "Memang acara semacam Sail Bunaken berdampak positif," kata Alexander. Ia mengungkapkan, tahun lalu, peserta kurus di Planet Diving hanya 20-30 orang per bulan. Namun, tahun ini, jumlah peserta bisa  mencapai 80 orang sebulan. Untuk paket kurus menyelam reguler, Planet Diving memungut biaya Rp 3,5 juta per orang. Dengan membayar sebesar ini, peserta kursus mendapatkan fasilitas alat menyelam, latihan menyelam tiga kali di kolam dengan durasi masing-masing satu jam, serta diving trip ke Pulau Sangyang satu hari penuh dengan tiga kali penyelaman. Tentu saja, peserta juga akan mendapatkan sertifikat. Alexander juga menyediakan paket menyelam dengan biaya sekitar Rp 1,6 juta. Jika mengambil paket ini, peserta memperoleh fasilitas peralatan selam dan diving trip ke salah satu pulau. "Kemudian kita juga bisa menyewakan alat selam secara terpisah dengan harga Rp 155.000. Tentu ini bagi orang yang sudah bisa menyelam," jelasnya. Dari usaha ini, Alexander mampu meraup omzet sekitar Rp 280 juta per bulan. "Margin keuntungan yang saya terima sekitar 15%," jelasnya. Baik Alexander dan Ezra menilai, kursus diving sedang booming saat ini. Mereka juga yakin bisnis kursus ini akan tetap menjanjikan karena jumlah orang yang bisa diving masih sedikit. "Banyak orang belum tahu bagaimana mereka bisa terjun di olah raga ini," katanya. Itulah sebabnya, Alexander juga rajin mengikuti  pameran setiap tahun. Namun, bisnis ini juga bukan tanpa kendala. Salah satu kendala utamanya, harga peralatan selam masih mahal karena sebagian besar produk impor. "Ini juga yang membuat margin laba kami tidak terlalu besar," kata Ezra.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: