Membuka satu toko furnitur di kota kecil tahun 1979, Lars Larsen kini memiliki 1.750 lebih jaringan toko furnitur JYSK di 35 negara. Ia bahkan sudah menjadi pemasok tetap kebutuhan furnitur kerajaan Denmark. Tahun ini, majalah
Forbes memperkirakan Larsen memiliki total kekayaan US$ 3,6 miliar dari berbagai bisnis, terutama furnitur. Ia menjadi orang terkaya kedua di Denmark. Padahal, ketika membangun usaha ini, ia tidak punya modal sama sekali. Lars Larsen adalah orang terkaya nomor 308 di dunia dan kedua di Denmark dengan total kekayaan US$ 3,6 miliar pada Maret 2011 lalu berdasarkan hitungan majalah
Forbes. Lelaki 62 tahun ini mendapatkan kekayaannya dari bisnis ritel furnitur dan perlengkapan rumah, di bawah bendera JYSK. Larsen mendapatkan nama panggilan Duvet Larsen karena mengawali usahanya dari berjualan tempat tidur.
Di kalangan pebisnis, Larsen terkenal sebagai pengusaha pintar dan pakar pemasaran brilian. Dia hampir selalu muncul di setiap iklan toko-tokonya dengan senyuman yang simpatik. Untuk merayakan 25 tahun berdirinya JYSK, tahun 2004, Larsen mengirimkan satu eksemplar buku autobiografinya,
Hello, My Name Is Lars Larsen ke 2,4 juta rumah di Denmark. Saat ini, JYSK memiliki sekitar 1.750 jaringan toko ritel furnitur di 35 negara. JYSK yang menjual furnitur dan aksesori rumah tangga mempekerjakan sekitar 1.600 pegawai. Tahun lalu, JYSK membukukan penjualan US$ 3 miliar. JYSK merupakan pesaing utama IKEA, jaringan ritel furnitur milik Ingvar Kamprad yang berpusat di Swedia. Larsen boleh berbangga hati. Salah satu pelanggan setia JYSK adalah keluarga kerajaan Denmark. Bahkan pada tahun 2010, Ratu Denmark memberikan izin JYSK untuk menyebut dirinya Pemasok Kebutuhan Yang Mulia Ratu Denmark. Ini adalah gelar yang diberikan pada perusahaan atau individu yang telah memasok kebutuhan keluarga kerajaan dalam jangka waktu lama serta mempunyai catatan keuangan dan reputasi yang bagus. Selain memiliki JYSK, Larsen juga memiliki beberapa perusahaan lain yang bergerak di bidang furnitur seperti Bolia yang merupakan jaringan toko furnitur yang mempunyai
showroom di Eropa dan China serta Interior Direct, perusahaan hasil patungan dengan pengusaha furnitur Morgen Nelson. Interior Direct merupakan pemasok furnitur bagi hotel dan ruang pertemuan. Larsen juga memiliki bisnis di luar furnitur. Salah satunya adalah Himmerland Golf & Country yang merupakan salah satu padang golf yang terbaik dan atraktif di negara-negara Skandinavia. Padang golf ini dilengkapi dengan hotel golf mewah dan terbaik. Semua usaha Larsen yang bergerak di bidang furnitur bergantung kepada JYSK karena kemampuannya membeli dalam jumlah besar sehingga mendapat harga murah dari pemasok bahan baku. Larsen mendapatkan untung dari volume penjualan yang besar walau dengan margin yang tipis. Larsen merintis JYSK dari bisnis kecil pada 2 April 1979 di kota Arhus. Sebenarnya, kala itu, Larsen tidak mempunyai uang sama sekali. Ia hanya berbekal ide-ide cemerlang. Pengusaha muda yang ambisius ini kemudian berhasil menemukan beberapa pemasok dan satu bank yang bersedia mendukungnya. Bank itu adalah sebuah kantor cabang bank Norresundby. Hingga kini, Larsen masih loyal pada Norresundby yang meminjaminya modal awal ketika membangun usaha.
Larsen memilih Arhus bukan karena alasan sentimentil tapi karena di sanalah dia mendapatkan lahan yang cukup luas. Ketika itu, lokasi bukanlah yang terpenting bagi Larsen karena dia mempunyai visi bakal membuka jaringan toko yang cukup besar sehingga bisa bernegosiasi harga dengan pemasok. Bagi Larsen, hal yang utama adalah membuka toko terlebih dahulu. Kecepatan pertumbuhan perusahaannya mungkin tidak pernah dibayangkan oleh Larsen yang merupakan anak petani ini. Ayahnya meninggal ketika ia masih kecil. Larsen mendapatkan pelajaran bisnis pertama dari bekerja di sebuah toko kain. (Bersambung)