Latihan Militer AS-Korsel Dipangkas Separuh Usai Perintah Trump, Ada Apa?



​KONTAN.CO.ID. Latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan diperkirakan dipangkas sekitar setengah dari jadwal semula setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan pengurangan signifikan keterlibatan pasukan AS dalam latihan tahunan tersebut.

Mengutip Reuters, latihan Ulchi Freedom Shield (UFS) yang dimulai pada Senin (17/8/2026) sebelumnya dijadwalkan berlangsung hingga pekan depan.

Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis ke US$ 4.342 Rabu (19/8), Pasar Menanti Risalah Rapat The Fed


Media Korea Selatan, termasuk KBS, MBC, Kyunghyang dan DongA, melaporkan sekutu akan menyelesaikan fase pertama latihan yang bersifat defensif pada pekan ini. Sementara itu, fase kedua yang mencakup operasi serangan balik diperkirakan dibatalkan atau ditunda.

Sejumlah latihan lapangan yang sebelumnya telah direncanakan juga kemungkinan ditunda atau dibatalkan.

Pasukan AS di Korea Selatan belum memberikan komentar dan mengarahkan pertanyaan kepada Pentagon. Pentagon maupun Kementerian Pertahanan Korea Selatan juga belum segera memberikan tanggapan.

Trump Perintahkan Pengurangan Latihan

Pengurangan latihan tersebut menyusul perintah Trump pada Minggu (16/8) untuk "secara signifikan mengurangi" partisipasi AS dalam latihan tahunan tersebut.

Trump menyebut hubungannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat ini "sangat baik" sebagai salah satu alasan di balik keputusan tersebut.

Langkah ini menjadi sinyal terbaru mengenai perubahan pendekatan pemerintahan Trump terhadap hubungan dengan Pyongyang.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun Rabu (19/8), Brent ke US$ 91,28 per Barel

Trump juga disebut mendorong para pembantunya untuk mengatur pertemuan langsung dengan Kim Jong Un pada musim gugur tahun ini.

Menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip pejabat AS, pertemuan tersebut kemungkinan dilakukan saat Trump melakukan perjalanan ke Asia untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Shenzhen, China, pada November mendatang.

Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut.

Trump pada Senin mengatakan Kim telah merespons pendekatan yang dilakukannya. Namun, Trump tidak mengungkapkan bentuk komunikasi antara kedua pemimpin tersebut.

Korea Utara Kecam Latihan

Di tengah laporan pengurangan latihan, Korea Utara kembali mengecam latihan militer AS dan Korea Selatan pada Rabu (19/8).

Media pemerintah Korea Utara, KCNA, menyebut Pyongyang akan terus menggunakan haknya untuk mempertahankan diri terhadap apa yang disebut sebagai ancaman militer dari Washington dan Seoul.

Baca Juga: Konsorsium Jeff Bezos Akuisisi 38% Saham Liverpool, Nilainya Capai Rp55 Triliun

Komentar KCNA menyebut AS dan Korea Selatan sebagai pihak yang memicu ketegangan di Semenanjung Korea. Namun, laporan tersebut tidak menyebut Trump maupun rencana pengurangan latihan militer.

Korea Utara selama ini secara rutin mengecam latihan gabungan AS-Korea Selatan sebagai simulasi persiapan invasi.

Sebaliknya, Washington dan Seoul menyatakan latihan tersebut bersifat defensif dan diperlukan untuk menjaga kesiapan menghadapi ancaman militer Korea Utara.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Selasa mengatakan latihan Ulchi bersifat defensif dan Seoul tidak memiliki niat menyerang Korea Utara ataupun meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Ketidakpastian mengenai latihan militer gabungan tersebut muncul bersamaan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri China Wang Yi ke Korea Selatan pada Rabu dan Kamis.

Pertemuan Wang dengan pejabat Korea Selatan diperkirakan membahas perkembangan di Semenanjung Korea serta berbagai isu keamanan regional.