KONTAN.CO.ID - Antusiasme masyarakat Indonesia untuk studi di luar negeri terbilang cukup tinggi. Indonesia adalah negara peringkat ke-22 dengan jumlah mahasiswa terbesar yang kuliah di luar negeri. Berdasarkan data UNESCO pada tahun 2021, jumlah mahasiswa Indonesia yang meneruskan studi ke luar negeri sebanyak 53.604 mahasiswa. Hal tersebut diprediksi masih akan terus meningkat. Menyadari hal tersebut, sekolah-sekolah di Indonesia berlomba untuk memfasilitasi peserta didiknya dengan kurikulum internasional. Ini diharapkan akan lebih mempersiapkan mereka untuk studi di luar negeri. Sekolah Regina Pacis-Jakarta didirikan pada tahun 1958 oleh suster-suster FMM (Fransiskan Misionaris Maria) dan merupakan Sekolah Katolik. Awal berdirinya sekolah Regina Pacis-Jakarta ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi warga Tionghoa dan warga negara asing di Jakarta. Dalam usianya yang sudah mencapai 65 tahun, sekolah ini terus memperbaiki diri untuk mengikuti kebutuhan peserta didik. Selain itu, untuk memastikan agar mereka siap dalam menghadapi lingkungan pendidikan dan dunia kerja di dalam dan luar negeri.
Launching Kerjasama Sekolah Regina Pacis-Jakarta dengan Pearson Edexcel UK
KONTAN.CO.ID - Antusiasme masyarakat Indonesia untuk studi di luar negeri terbilang cukup tinggi. Indonesia adalah negara peringkat ke-22 dengan jumlah mahasiswa terbesar yang kuliah di luar negeri. Berdasarkan data UNESCO pada tahun 2021, jumlah mahasiswa Indonesia yang meneruskan studi ke luar negeri sebanyak 53.604 mahasiswa. Hal tersebut diprediksi masih akan terus meningkat. Menyadari hal tersebut, sekolah-sekolah di Indonesia berlomba untuk memfasilitasi peserta didiknya dengan kurikulum internasional. Ini diharapkan akan lebih mempersiapkan mereka untuk studi di luar negeri. Sekolah Regina Pacis-Jakarta didirikan pada tahun 1958 oleh suster-suster FMM (Fransiskan Misionaris Maria) dan merupakan Sekolah Katolik. Awal berdirinya sekolah Regina Pacis-Jakarta ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi warga Tionghoa dan warga negara asing di Jakarta. Dalam usianya yang sudah mencapai 65 tahun, sekolah ini terus memperbaiki diri untuk mengikuti kebutuhan peserta didik. Selain itu, untuk memastikan agar mereka siap dalam menghadapi lingkungan pendidikan dan dunia kerja di dalam dan luar negeri.