KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lautan Luas Tbk (
LTLS) menyiapkan belanja modal atau
capital expenditure (capex) sekitar Rp 500 miliar pada tahun 2026. Anggaran
capex LTLS melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan realisasi pada tahun lalu. Head of Investor Relations, Corporate Communications, Environmental, Social & Governance (ESG) Lautan Luas, Eurike Hadijaya membeberkan bahwa alokasi
capex tahun ini akan digunakan untuk pengembangan fasilitas manufaktur pada
food ingredients, peremajaan gudang dan mesin, penambahan kendaraan logistik, serta pembangunan gedung baru untuk bisnis
water treatment chemicals. Sebagai perbandingan, realisasi
capex LTLS pada tahun lalu mencapai sekitar Rp 200 miliar. Capex LTLS terutama dialokasikan untuk pembangunan fasilitas manufaktur dan pembelian mesin pada lini bisnis
food ingredients, serta perbaikan dan pemeliharaan mesin dan bangunan guna mendukung kelancaran operasional.
Baca Juga: Pendapatan Bayu Buana (BAYU) Turun 13,94% pada Kuartal I-2026, Laba Bersih Tergerus Meski secara anggaran naik cukup signifikan, tapi realisasi capex LTLS masih selektif pada awal tahun ini. Eurike menyatakan bahwa LTLS baru akan memacu penyerapan
capex pada periode semester II-2026. "Realisasi capex per Q1 mencapai sekitar 10% dari target dengan alokasinya sebagian besar digunakan untuk pengembangan bisnis di
industry food ingredients dan logistik, termasuk dengan
rejuvenation beberapa
production facility," kata Eurike saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (7/5/2026). Secara kinerja, LTLS membukukan pendapatan senilai Rp 2,25 triliun pada kuartal I-2026. Pendapatan LTLS meningkat 6,63% secara
year on year (yoy) dibandingkan capaian Rp 2,11 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Dalam periode tiga bulan pertama 2026, beban pokok pendapatan LTLS naik 3,91% (yoy) menjadi Rp 1,86 triliun. Hasil ini mendongkrak perolehan laba kotor LTLS sebanyak 20,10% (yoy) dari Rp 322,53 miliar menjadi Rp 387,39 miliar. Eurike mengungkapkan bahwa pertumbuhan pendapatan dan laba kotor LTLS didorong oleh perbaikan margin di seluruh lini bisnis. Terutama pada sektor
food ingredients dan
chemicals, yang mencerminkan kemampuan LTLS dalam mengoptimalkan portofolio produk dan layanan. "Kinerja operasional yang solid pada kuartal pertama 2026 mencerminkan konsistensi Perseroan sebagai penyedia bahan baku dan solusi terintegrasi dalam menghadirkan produk dan solusi bernilai tambah di berbagai sektor strategis," jelas Eurike.
Baca Juga: Biaya Layanan E-Commerce Naik, idEA: Industri Banyak Ditopang Promo & Gratis Ongkir Hanya saja, beban usaha LTLS naik 15,18% (yoy) menjadi Rp 289,65 miliar. Pada saat yang sama, pendapatan operasi lain LTLS menyusut 86,39% (yoy) menjadi Rp 5,62 miliar. Hasil ini memangkas laba usaha LTLS sebanyak 6,25% (yoy) dari Rp 109,81 miliar menjadi Rp 102,94 miliar. LTLS pun membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 46,80 miliar hingga Maret 2026. Mengalami penurunan 5,30% dibandingkan raihan Rp 49,42 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Secara
bottom line, LTLS meraih laba bersih sebesar Rp 37,41 miliar pada kuartal I-2026. Menyusut 4,24% dibandingkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk kuartal I-2025, yang kala itu tercatat sebesar Rp 39,07 miliar. Eurike menjelaskan, penurunan laba bersih LTLS terutama disebabkan oleh adanya keuntungan non-berulang (one-off gain) pada kuartal pertama 2025 serta peningkatan beban penjualan. Meski begitu, Eurike menekankan bahwa kinerja LTLS pada kuartal I-2026 menunjukkan kondisi operasional yang tetap terjaga. Eurike menyoroti arus kas dari aktivitas operasi LTLS yang melonjak 228,46% (yoy) menjadi 233,7 miliar. Menurut Eurike, hal ini menunjukkan pengelolaan modal kerja yang semakin efisien serta kualitas pendapatan yang lebih baik. Selain itu, LTLS mencatatkan penurunan tingkat utang seiring dilakukannya pembayaran kembali (repayment) atas fasilitas pinjaman. Ke depan, Eurike menyatakan LTLS akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, pengembangan portofolio produk bernilai tambah, serta optimalisasi jaringan distribusi guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Target Kinerja & Strategi 2026 Eurike optimistis LTLS akan bisa menjaga pertumbuhan kinerja di sisa tahun 2026. Emiten yang bergerak di bisnis manufaktur, distribusi bahan kimia, serta layanan pendukung dan jasa ini mengejar target pertumbuhan pendapatan sekitar 8% - 10% dibandingkan tahun lalu. Sementara pada sisi profitabilitas, LTLS berupaya mencapai level laba bersih dengan kisaran 2,3% - 2,5% dari total pendapatan. Guna mencapai target tersebut, rencana ekspansi dan pengembangan bisnis LTLS antara lain mencakup segmen bahan makanan (food ingredients) dan pengolahan air.
LTLS berencana memperluas lini bisnis food ingredients dengan meluncurkan produk-produk baru yang khusus menyasar segmen hotel, restoran dan cafe (horeca) sebagai upaya memenuhi permintaan pasar yang semakin berkembang di sektor terkait. Di sisi lain, LTLS melalui anak usahanya berkomitmen untuk memperkuat kapabilitas serta memperluas jaringan layanan di bidang Engineering, Procurement, and Construction (EPC), serta Operation, Maintenance, and Monitoring (O&M) untuk sistem pengolahan air. Sedangkan untuk segmen bahan kimia, LTLS akan memfokuskan pengembangan pada produk-produk specialty chemicals yang memiliki nilai tambah tinggi. Produk-produk ini tidak hanya memberikan margin yang lebih baik, tetapi juga memperkuat posisi LTLS di pasar melalui solusi yang lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan industri pelanggan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News