Iwata: Intervensi yen, BOJ harus siapkan US$ 643 M



TOKYO. Penguatan yen nampaknya kian merisaukan. Mantan Deputi Gubernur Bank Jepang Kazumasa Iwata menuturkan, untuk melawan penguatan yen, seharusnya menteri keuangan Jepang memungkinkan bank sentral Jepang (BOJ) mengucurkan dana sebesar 50 triliun yen (US$ 643 miliar).

"Semuanya akan terselesaikan jika menteri keuangan mengatakan siap," ujar Iwata, dalam sebuah wawancara di Tokyo, kemarin. Sebagai anggota sebuah dewan pemerintah untuk strategi nasional, Iwata mengusulkan fasilitas tersebut pada Oktober lalu.Namun, Menteri Keuangan Juni Azumi menyiratkan ia enggan menyetujui fasilitas tersebut, karena akan setara dengan mengintervensi mata uang."Peraturan BOJ, setiap membeli atau menjual mata uang untuk menstabilkan pasar memerlukan izin menteri keuangan, dan tidak ada larangan membeli obligasi asing, kata Iwata, yang menjabat sebagai Deputi BOJ pada periode 2003 - 2008. Kepala riset valas di JPMorgan Chase & Co. Tohru Sasaki menilai, pembelian obligasi asing bahkan dengan nilai mencapai 50 triliun yen, belum tentu bisa mengubah tren pasar mata uang. Sebagai catatan, BOJ telah mengintervensi pasar mata uang dengan menjual yen setidaknya tiga kali pada tahun lalu. Namun, upaya tersebut gagal untuk mengekang penguatan yen.Iwata, yang saat ini menjabat presiden Japan Center for Economic Reserach mengungkapkan, bahkan perusahaan seperti Toyota Motor Corp., yang selama ini menoleransi penguatan mata uang, sudah mulai berteriak terkait penguatan yen. Pada Oktober lalu, yen bahkan mencapai level tertinggi pasca perang dunia, yaitu di level 75,35 per dollar AS.