Lawan Taktik Bumi Hangus Rusia, Ukraina Desak Barat Kirim Lebih Banyak Senjata



KONTAN.CO.ID - KYIV. Ukraina mendesak Barat untuk mengirim lebih banyak senjata saat pasukannya membuat pertahanan untuk memperlambat kemajuan militer Rusia melalui wilayah Donbas.

Oleksiy Danilov, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional, mengatakan, Ukraina tidak memiliki cukup senjata Barat dan tentara membutuhkan waktu untuk beradaptasi menggunakannya.

Dia mengaitkan keberhasilan medan perang dengan kedatangan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) buatan AS bulan lalu.


"Ketika HIMARS masuk, mesin perang Rusia bisa langsung merasakan efeknya," kata Danilov kepada Reuters. Tetapi, lebih banyak bantuan militer Barat sangat penting.

Baca Juga: Putin: Barat Ingin Kalahkan Rusia di Medan Perang? Biarkan Mereka Mencoba

Kepala Staf Presiden Ukraina Andriy Yermak juga mendesak Barat untuk mengirim lebih banyak senjata berat untuk melawan apa yang dia sebut "taktik bumi hangus" Rusia.

"Dengan jumlah howitzer, SPG, dan HIMARS yang cukup, tentara kami bisa menghentikan dan mengusir penjajah dari tanah kami," tegasnya di Twitter, seperti dikutip Reuters.

Sebuah unit infanteri Ukraina di jalan menuju Kota Siversk telah bersiap di posisi dengan senapan mesin di tepi bunker bawah tanah yang ditutupi dengan kayu gelondongan dan karung pasir.

Baca Juga: PM Selandia Baru: PBB Telah Gagal dalam Menanggapi Invasi Rusia ke Ukraina

Sementara Duta Besar Rusia untuk Inggris Andrei Kelin mengatakan kepada Reuters, pasukan Rusia akan merebut sisa wilayah Donbas dan tidak mungkin mundur dari daratan di seberang pantai selatan.

Menurutnya, Ukraina pada akhirnya harus mencapai kesepakatan damai atau "terus tergelincir ke bawah bukit" menuju kehancuran.

"Kami akan membebaskan semua Donbas," kata Kelin.

"Tentu saja, sulit untuk memprediksi penarikan pasukan kami dari bagian selatan Ukraina, karena kami telah mengalami bahwa setelah penarikan, provokasi dimulai," ujarnya. "Eskalasi perang mungkin terjadi".