Lawatan Prabowo - Bahlil ke AS Memuluskan Perpanjangan Kontrak ExxonMobil di Cepu



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lawatan rombongan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS) mengikat perjanjian dagang serta berbagai kerja sama antar korporasi kedua negara. Rangkaian agenda ini juga membawa angin segar bagi sejumlah perusahaan AS yang beroperasi di Indonesia, khususnya di sektor energi dan pertambangan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ikut dalam rombongan mendampingi lawatan Presiden Prabowo ke AS. Kabar teranyar, salah satu kesepakatan yang terjalin di sektor energi dan tambang adalah nota kesepahaman (MoU) untuk memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia melampaui tahun 2041.

Tak hanya Freeport, perusahaan asal Negeri Paman Sam lainnya, ExxonMobil, berpotensi mendapatkan perpanjangan kontrak jauh sebelum masa kontrak selesai. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengamini perpanjangan kontrak kerja sama ExxonMobil di Blok Cepu menjadi salah satu pembahasan dalam rangkaian lawatan Presiden ke AS.


Baca Juga: Andalkan Sektor Pertambangan, Begini Strategi ExxonMobil Lubricants di Semester II

Laode pun mengisyaratkan lampu hijau untuk perpanjangan kontrak ExxonMobil di Blok Cepu, yang sejatinya baru akan berakhir tahun 2035. "Banyak ya (pembahasan dan kesepakatan di sektor energi dari lawatan ke AS), antara lain ya kita tetap memperpanjang untuk ExxonMobil," kata Laode usai seremoni pengiriman perdana pipa untuk Proyek transmisi gas Dumai - Sei Mangke, di Cilegon, Banten pada Kamis (19/2/2026).

Hanya saja, Laode enggan membeberkan lebih lanjut mengenai pembahasan perpanjangan kontrak ExxonMobil tersebut. Sebagai informasi, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) di Blok Cepu, Jawa Timur pada tahun 2005. 

EMCL memegang 45% dari total saham partisipasi Blok Cepu, bersama dengan PT Pertamina EP Cepu (45%) dan Badan Kerja Sama (BKS) dengan porsi 10%. Blok Cepu merupakan tulang punggung produksi minyak nasional dengan kontribusi mencapai sekitar 25%. Rata-rata lifting minyak dari Blok Cepu bisa mencapai 150.000 - 175.000 barel per hari. 

Baca Juga: Tangkap Peluang Pengemasan, Ini Strategi ExxonMobil Genjot Pertumbuhan Manufaktur

Di sisi yang lain, lawatan Presiden Prabowo ke AS menghasilkan sejumlah kesepakatan. Setidaknya ada 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani dengan nilai mencapai US$ 38,4 miliar. Kesepakatan ini dilakukan antara pelaku usaha Indonesia dan AS dalam sesi roundtable Business Summit yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council (US-ABC) pada Rabu (18/2/2026) waktu setempat.

Penandatanganan 11 MoU ini menjadi wujud kolaborasi sektor pemerintah serta swasta kedua negara di berbagai bidang, mulai dari pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, hingga manufaktur furnitur dan pengembangan teknologi. 

Baca Juga: ExxonMobil Perluas Layanan Bahan Bakar Diesel untuk Kapal di Kalimantan Timur

Selanjutnya: Polisi Inggris Tangkap Adik Raja Charles Terkait Dugaan Penyalahgunaan Jabatan

Menarik Dibaca: BI Rate Ditahan, Ada Peluang IHSG Kembali ke 9.000?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News