Layanan BCA Mobile Mengalami Kendala, Manajemen Sampaikan Permohonan Maaf ke Nasabah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan digital banking milik PT Bank Central Asia Tbk mengalami gangguan pada Rabu (2/3). Sejumlah warganet pun mencurahkan keluh kesah akan kendala ini di sosial media. Setidaknya BCA Mobile dan MBanking BCA menjadi trending topik di jawat platform twitter Indonesia. Menanggapi Manajemen BCA pun angkat bicara.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn menyampaikan permohonan maaf kepada nasabah.

"Sehubungan dengan kendala pada beberapa layanan perbankan BCA, memohon maaf atas kendala yang terjadi. Dapat kami sampaikan bahwa proses pemulihan dan perbaikan saat ini sedang kami lakukan. Proses ini dilakukan agar dapat memberikan pelayanan perbankan lebih optimal untuk nasabah," ujarnya kepada Kontan.co.id pada Rabu (2/3).


Baca Juga: Cara Mengaktifkan Debit Online BCA lewat M-Banking beserta Syaratnya

Lanjutnya, apabila nasabah mengalami kendala atau membutuhkan informasi, nasabah dapat menghubungi contact center HaloBCA 1500888, twitter @halobca atau webchat www.bca.co.id.

Asal tahu saja, masyarakat semakin mengandalkan layanan digital banking di tengah pandemi. BCA mencatatkan secara nominal dan jumlah transaksi, layanan digital banking mampu mengalahkan layanan konvensional di atm dan cabang.  

Komposisi volume transaksi untuk transaksi di bank dengan kode saham BBCA paling banyak terjadi di mobile dan internet banking hingga 88% pada Desember 2021. Lalu di ATM sebanyak 10,9%, dan kantor cabang 0,6%. Sejak 2017 lalu, transaksi digital banking terus membesar hingga saat ini.  

 
BBCA Chart by TradingView

Sedangkan komposisi transaksi secara nilai di BCA, juga didominasi oleh layanan mobile dan internet banking sebanyak 56,1% pada Desember 2021. Lalu sebanyak 38,0% disumbang oleh kantor cabang dan ATM sebanyak 5,9%.

Padahal, pada 2017 transaksi di cabang masih mendominasi sebanyak 56,5% sedangkan mobile dan internet banking 35,2%, sedangkan transaksi ATM sebanyak 8,3%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .