KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank-bank pelat merah terus memperkuat aplikasi terintegrasi untuk menggenjot bisnis wholesale mereka. Digitalisasi dimanfaatkan sebagai motor utama dalam meningkatkan nasabah korporasi. Terlebih penyaluran kredit korporasi masih menunjukan tren positif hingga Januari 2026. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit korporasi meningkat 16,07% secara tahunan atau year on year (YoY). Ini lebih tinggi dari capaian pada bulan sebelumnya atau Desember 2025 sebesar 12,06% yoy. PT Bank Tabungan Negara (BTN) misalnya, mencatat pertumbuhan solid pada platform wholesale digital Bale Korpora by BTN hingga Februari 2026, dengan jumlah pengguna tercatat lebih dari 23.700 perusahaan. Jumlah itu meningkat 28% secara tahunan atau year on year (YoY).
Dari sisi aktivitas, Bale Korpora mencatat volume transaksi mencapai Rp 56,8 triliun, tumbuh 61% YoY. Menurut Nixon, pertumbuhan itu menunjukkan semakin kuatnya adopsi digital di kalangan nasabah korporasi BTN.
Baca Juga: BTN Targetkan Transaksi Digital Naik 15% di Ramadan, Bale by BTN Jadi Andalan Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menilai, Bale Korpora bukan hanya menjadi kanal transaksi, tetapi juga berperan sebagai penguat struktur pendanaan bank. Dengan basis dana murah yang semakin kuat, platform ini dinilai dapat menopang ekspansi kredit korporasi maupun komersial. “Dengan basis dana murah yang semakin kuat, Bale Korpora menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong ekspansi kredit korporasi maupun komersial,” jelas Nixon kepada Kontan.co.id, Jumat (13/3/2026). Ia menambahkan, peluang kredit korporasi masih prospektif, terutama pada sektor-sektor yang terkait dengan properti serta sektor strategis lain yang berada dalam ekosistem bisnis nasabah BTN. Untuk tahun 2026, BTN menargetkan jumlah pengguna Bale Korpora mencapai sekitar 30.000 perusahaan. Sementara itu, volume transaksi ditargetkan tumbuh sekitar 20% hingga 25% secara tahunan dibandingkan posisi Desember 2025. Dalam menggenjot transaksi, BTN mengandalkan strategi akuisisi nasabah baru dan peningkatan adopsi dari nasabah eksisting. Perseroan juga menjalankan pendekatan ecosystem-centric, yakni memperluas hubungan bisnis dari rantai industri hulu hingga hilir.
Baca Juga: Total Digital Loan Booking Bank Mandiri via Livin’ Tumbuh 7% di 2025 Ke depan, Bale Korpora akan dikembangkan menjadi platform terpadu untuk berbagai layanan wholesale banking, mulai dari cash management, trade finance, supply chain financing, bank guarantee, hingga transaksi treasury seperti foreign exchange (FX). Di sisi lain, PT Bank Syariah Indonesia Tbk juga mencatat pertumbuhan pada platform digital wholesale BEWIZE by BSI. SVP Corporate Secretary & Communication BSI Wisnu Sunandar mengatakan, dalam kurun satu tahun sejak diluncurkan, BEWIZE telah digunakan oleh lebih dari 43.000 nasabah, naik 35% YoY. “Dalam kurun waktu setahun setelah diluncurkan, platform digital terpadu untuk nasabah perusahaan dan institusi BEWIZE by BSI telah digunakan lebih dari 43 ribu nasabah naik 35% YoY dengan transaksi lebih dari 17 juta transaksi,” ujar Wisnu. Menurut dia, capaian tersebut ditopang oleh kemudahan layanan yang terintegrasi dalam satu platform dengan konsep single sign on. Melalui BEWIZE, nasabah dapat mengakses beragam layanan transaksi keuangan seperti cash management, digital value chain, foreign exchange, dan layanan lainnya dalam satu ekosistem. Wisnu bilang, BEWIZE juga dilengkapi dengan berbagai fitur pendukung, seperti self service interaction melalui virtual assistant, onboarding, appointment, hingga penanganan keluhan. Selain itu, nasabah dapat mempersonalisasi dashboard melalui fitur quick access atau widget, serta memonitor dan merekonsiliasi transaksi secara real time. Tak hanya itu, BEWIZE juga memiliki fitur payroll management, virtual account, early & deferred payment facility, hingga tax payment. Menariknya, platform ini juga memperkuat ekosistem syariah BSI melalui fitur zakat, infak, dan sedekah (ZISWAF). “Harapannya platform ini juga bisa menjadi checker dan controller bagi institusi dalam mengelola laporan keuangan yang transparan, aman dan real time. Kami optimis tahun ini jumlah pengguna BEWIZE semakin meningkat,” tutur Wisnu.
Baca Juga: Bank Mandiri Pastikan Kanal Digital Beroperasi Optimal Layani Saat Libur Lebaran Sementara itu, Bank Mandiri juga terus memperkuat Kopra by Mandiri sebagai solusi digital untuk segmen korporasi dan pelaku usaha. Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista mengatakan, sejak diluncurkan pada 2021, Kopra terus dikembangkan untuk membantu nasabah mengelola berbagai kebutuhan transaksi finansial secara efisien dalam satu platform yang terintegrasi. “Kopra by Mandiri menghadirkan layanan digital terintegrasi yang mencakup Cash Management, Trade Finance, serta Value Chain secara end-to-end dan real-time berbasis teknologi,” kata Adhika. Hingga Desember 2025, nilai transaksi Kopra by Mandiri telah melampaui Rp 27.000 triliun, tumbuh lebih dari 20% secara tahunan. Adapun volume transaksi menembus 1,5 miliar, naik 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara jumlah pengguna Kopra telah melampaui 300.000. “Jumlah pengguna Kopra juga telah melampaui lebih dari 300 ribu, mencerminkan meningkatnya kepercayaan korporasi terhadap layanan digital Bank Mandiri,” ujarnya.
Adhika menilai, capaian itu menunjukkan aktivitas ekonomi dan kebutuhan digitalisasi di kalangan pelaku usaha terus berkembang. Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat inovasi layanan digital yang relevan dengan kebutuhan nasabah melalui pengembangan ekosistem digital yang terintegrasi.
Baca Juga: Transaksi Digital Perbankan Diproyeksi Melonjak Selama Ramadan dan Lebaran 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News