KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit pada Juli 2026 tercatat sebesar Rp 8.970,2 triliun atau tumbuh 13,0% secara tahunan (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan Juni 2026 sebesar 12,1% yoy. Peningkatan penyaluran kredit didorong oleh kenaikan penyaluran kredit kepada debitur korporasi yang tumbuh 20,9%, dibandingkan Juni sebesar 19,3%. Meningkatnya aktivitas pembiayaan korporasi turut diikuti dengan kebutuhan transaksi keuangan yang semakin besar. Hal ini tercermin dari transaksi pembayaran digital yang terus tumbuh. Pada Juli 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,5 miliar transaksi atau tumbuh 28,69% yoy. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi perbankan untuk memperkuat layanan digital bagi nasabah bisnis, terutama dalam mendukung berbagai kebutuhan transaksi dan operasional perusahaan.
Baca Juga: Laju Laba Perbankan Melambat, Kesehatan Kinerja Jadi Prioritas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat hingga semester I 2026, jumlah pengguna aktif Qlola by BRI telah mencapai lebih dari 99.000 pengguna. Jumlah tersebut tumbuh 42,6% secara tahunan atau year-on-year (YoY). Volume transaksi melalui Qlola by BRI mencapai Rp 8.799 triliun pada semester I 2026, atau tumbuh 51% YoY. Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya mengatakan pertumbuhan ini turut berkontribusi terhadap penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan pendapatan berbasis komisi atau
fee based income perseroan. “Kami ingin memastikan Qlola by BRI mampu menjawab kebutuhan nasabah yang semakin dinamis, sekaligus membantu mereka mengelola transaksi dan operasional bisnis secara lebih sederhana, cepat, serta efisien,” ujar Riko dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026). Pada Agustus 2026, BRI memperkenalkan tampilan terbaru Qlola melalui soft launch Qlola New Skin. Pembaruan ini mengusung tiga pilar utama, yakni
personalization, connectivity, dan
seamless user experience. Qlola juga menyediakan berbagai kapabilitas, mulai dari
centralized financial visibility, integrated payment management, smart payroll management, seamless payment collections, strategic liquidity management hingga
unified platform for distribution. Baca Juga: J Trust Bank Bangun Gedung 24 Lantai di Tanah Abang, Bidik Pertumbuhan Bisnis PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat layanan digital untuk mendukung kebutuhan transaksi dan operasional nasabah bisnis melalui Kopra by Mandiri. Hingga Juni 2026, Kopra by Mandiri telah melayani sekitar 354.000 pengguna terdaftar. Jumlah tersebut tumbuh 26,8% yoy, dengan sekitar 84% pengguna Kopra merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, penguatan kapabilitas digital turut mendorong produktivitas operasional perseroan sekaligus memperluas pemanfaatan layanan digital oleh nasabah individu maupun pelaku usaha. “Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri merupakan sarana untuk menjangkau nasabah secara efektif dan efisien, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar, guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif,” ujar Novita. Dari sisi transaksi, frekuensi transaksi Kopra Juni 2026 mencapai 1.577 ribu transaksi, meningkat 12,8% secara tahunan. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp 28.781 triliun, tumbuh 22,5% YoY. Pertumbuhan transaksi tersebut turut mendorong pendapatan berbasis komisi atau
fee income Kopra. Pada semester I 2026,
fee income Kopra tercatat sebesar Rp 1,259 triliun, meningkat 14,8% dibandingkan Rp 1,096 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penguatan kapabilitas Kopra dilakukan melalui berbagai inovasi, di antaranya fitur DHE Tracker, e-Documents Trade & Bank Garansi, serta solusi digital terintegrasi lainnya untuk mendukung aktivitas bisnis nasabah. PT Bank CIMB Niaga Tbk juga memperkenalkan CIMB Preferred BOSS (Business Owner Smart Solutions), solusi yang mengintegrasikan kebutuhan bisnis dan personal pemilik usaha. Direktur Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengatakan, melalui BOSS CIMB Niaga menawarkan satu Client Relationship Manager yang menangani kebutuhan bisnis dan personal nasabah, serta berbagai manfaat seperti pinjaman bisnis dengan bunga khusus, perlindungan asuransi, dan bebas biaya transaksi untuk kebutuhan bisnis maupun personal.
“CIMB Preferred BOSS memberikan berbagai manfaat yang relevan bagi para
business owner untuk mendukung kebutuhan bisnis maupun personal mereka,” kata Noviady di Jakarta, Rabu (26/8/2026). CIMB Niaga juga menawarkan sejumlah fasilitas dalam layanan tersebut, termasuk pinjaman bisnis dengan bunga khusus, perlindungan asuransi dengan
cashback premi hingga 30%, serta fasilitas cicilan dengan bunga 0% hingga 12 bulan. Pengembangan layanan tersebut melengkapi kanal digital CIMB Niaga untuk nasabah bisnis melalui OCTOBIZ. Sejak
soft launching pada Februari 2026, OCTOBIZ telah digunakan oleh lebih dari 20.000 perusahaan. Layanan tersebut menyediakan berbagai kebutuhan transaksi bisnis, mulai dari bulk payment, pembayaran pajak, transaksi valuta asing secara online hingga pengaturan jadwal pembayaran. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News