JAKARTA. Teknologi digital, belakangan ini telah menjadi syarat mutlak bagi korporasi untuk menjaga eksistensi bisnis. Tak terkecuali bagi perusahaan asuransi jiwa di tanah air. Tidak ingin tertinggal persaingan bisnis, sejumlah perusahaan asuransi jiwa bersiap melakukan digitalisasi di seluruh aspek bisnisnya. Dimulai dari hal sederhana, misalnya dalam pembelian produk asuransi jiwa. Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menjelaskan, perusahaan asuransi jiwa telah memulai digitalisasi mulai dari penawaran produk asuransi hingga isi polis asuransi. Antara lain, dari cara rekrutmen agen secara online, penjualan produk lewat website hingga pengiriman polis secara digital.
Layanan digital pangkas 50% biaya asuransi jiwa
JAKARTA. Teknologi digital, belakangan ini telah menjadi syarat mutlak bagi korporasi untuk menjaga eksistensi bisnis. Tak terkecuali bagi perusahaan asuransi jiwa di tanah air. Tidak ingin tertinggal persaingan bisnis, sejumlah perusahaan asuransi jiwa bersiap melakukan digitalisasi di seluruh aspek bisnisnya. Dimulai dari hal sederhana, misalnya dalam pembelian produk asuransi jiwa. Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menjelaskan, perusahaan asuransi jiwa telah memulai digitalisasi mulai dari penawaran produk asuransi hingga isi polis asuransi. Antara lain, dari cara rekrutmen agen secara online, penjualan produk lewat website hingga pengiriman polis secara digital.