Layanan fintech perencana keuangan diburu masyarakat saat pandemi Covid-19



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi membawa berkah bagi penyelenggara fintech klaster perencana keuangan. Tak heran, saat ketidakpastian ekonomi membanyangi Indonesia, masyarakat berbondong-bondong menggunakan layanan inovasi keuangan digital ini.

Apalagi pengguna bisa berkonsultasi tanpa bertemu secara fisik di tengah pembatasan sosial. PT Akselerasi Edukasi (HaloFina) mencatatkan peertumbuhan pengguna dua kali lipat setiap bulannya. CEO & Co-Founder Halofina Adjie Wicaksana menyatakan saat pandemi fitur life plan paling banyak digunakan oleh pengguna.

Ia menjelaskan fitur itu merupakan perencanaan keuangan dengan teknologi robo advisory dan robo investment yang dapat membantu pengguna mencapai tujuan keuangannya. Disusul fitur Finaconsult, walaupun masih beroperasi secara resmi kurang dari dua bulan.


“Finaconsult berhasil menarik pengguna untuk bisa berkonsultasi keuangan dengan Certified Financial Planner yang dapat mereka pilih beserta modul-modul konsultasi keuangan yang tersedia. Hingga saat ini pertanyaan yang paling banyak di ajukan saat pengguna konsultasi keunagan di finaconsult yaitu cashflow management & general financial analysis,” ujar Adjie kepada Kontan.co.id pada Jumat (2/10).

Adjie menyatakan aplikasi Halofina dapat diunduh secara gratis. Aplikasi HaloFina memiliki fitur life plan, tes kecerdasan finansial, finapedia dan fitur bayar zakat dapat di nikmati pengguna secara gratis.

Sejak 17 agustus 2020, Halofina meluncurkan fitur finaconsult bekerja sama dengan ZAP Finance guna memberikan jasa konsultasi keuangan digital. Sehingga pengguna bisa berkonsultasi dengan perencana keuangan professional (Certified Financial Planner) mulai dari Rp 250.000.

Baca Juga: Simak tips dari Bappebti ini agar tak jadi korban investasi ilegal

Tak mau kalah, PT Chandharwealth Mandiri (FUNDtastic) juga menuai berkah. Co-founder dan Chief Investment officer FUNDtastic, Franky Chandra bilang pengguna tumbuh 56% dari 16.000 di Maret menjadi 25.000 pengguna di akhir September 2020.

“Jumlah pengguna ini belum termasuk jumlah pengguna Invisee sebanyak 87.000 pengguna, yang akan digabungkan ke dalam platform FUNDtastic pada Oktober ini,” ujar Franky.

FUNDtastic baru saja mengakuisisi Invisee yang tercatat sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Aksi ini, memungkinkan bagi FUNDtastic untuk menjual reksadana dalam platform.

Franky melihat terjadi pertumbuhan total dana kelolaan (AUM) yang dihimpun dalam platform FUNDtastic, dimana total dana AUM mengalami kenaikan rata-rata sekitar 10-20% setiap bulannya setelah sempat terkoreksi selama Maret hingga Mei 2020, ketika Pemerintah mengeluarkan kebijakan PSBB dengan awal munculnya pandemi.

 Dari total kenaikan reksa dana, Franky menyatakan, banyak investor yang menempatkan dana investasinya ke reksa dana pasar uang, yang mencapai hingga 70% dari total dana AUM di FUNDtastic. Sementara, porsi investasi ke reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap masing-masing mencapai 20% dan 10% dari total AUM.

 “Mayoritas investor kami merupakan generasi milenial. Kami cukup senang bisa mendukung pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, masyarakat mulai menyadari akan pentingnya mempersiapkan dana darurat. Hal ini terlihat dari produk reksa dana pasar uang yang menjadi produk paling diminati dalam platform FUNDtastic,” jelas Franky.

Editor: Handoyo .