Layanan Konsumsi Haji 2026 Makin Modern, Distribusi Makanan Dipantau Real-Time



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus menghadirkan berbagai pembenahan layanan bagi jemaah Indonesia pada penyelenggaraan haji 2026.

Salah satu pembaruan signifikan dilakukan pada sektor konsumsi melalui pemanfaatan teknologi digital serta peningkatan kualitas gizi makanan.

Langkah ini disiapkan untuk menjaga kondisi fisik ratusan ribu jemaah agar tetap optimal menjelang pelaksanaan puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).


Baca Juga: Adahi Siap Layani Dam Jemaah Haji, Kapasitas Potong 400.000 Ekor per Hari

Perbedaan paling mencolok pada penyelenggaraan tahun ini adalah terintegrasinya seluruh ekosistem katering ke dalam sistem digital.

Pengelolaan data konsumsi mulai dari pencatatan distribusi, pemantauan jumlah porsi, hingga verifikasi layanan kini berjalan secara seketika (real-time). Sistem cerdas ini sangat membantu percepatan koordinasi dan penanganan kendala logistik di lapangan secara presisi.

"Pada tahun ini pengelolaan data konsumsi mulai terintegrasi secara digital, mulai dari pencatatan distribusi, monitoring jumlah porsi, hingga verifikasi layanan," jelas Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, kepada Tim Media Center Haji (MCH).

Baca Juga: MinyaKita Langka, Bulog Akhirnya Buka Suara

Kehadiran teknologi ini menjadi sangat vital mengingat PPIH harus mengelola distribusi dari 51 dapur penyedia menuju 177 hotel yang dihuni 527 kloter jemaah di Makkah.

Pengawasan ketat yang dilakukan oleh PPIH dan penyelia syarikah terbukti membuahkan hasil yang sangat terkendali. Hingga saat ini, sistem mencatat lebih dari 1.193.534 boks makanan telah sukses didistribusikan ke tangan jemaah tanpa kendala berarti.

Selain modernisasi sistem, kualitas isi piring jemaah juga mengalami perbaikan yang signifikan.

Penyusunan menu tahun ini dilakukan dengan perhitungan matang yang memperhatikan keseimbangan gizi dan penyesuaian cita rasa khas Nusantara. Variasi lauk pauk sengaja diperkaya agar jemaah tidak mudah merasa jenuh dan tetap memiliki selera makan yang tinggi.

Baca Juga: Danantara Dorong PSEL di Sejumlah Kota Besar, Kepala Daerah Dinilai Jadi Kunci

Langkah ekstra juga diambil pemerintah dengan menyuntikkan tambahan nutrisi pelengkap di luar makanan utama harian. Setiap jemaah kini secara rutin mendapatkan tambahan susu, buah-buahan segar, dan air mineral.

"Penyusunan menu dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan gizi, variasi lauk, dan penyesuaian selera jemaah haji Indonesia," papar Indri menambahkan.

Adapun fokus pelayanan konsumsi saat ini juga mulai diarahkan pada persiapan krusial di etape puncak haji.

Setibanya jemaah di Padang Arafah nanti, mereka akan langsung disambut dengan tiga botol air mineral sebagai minuman pembuka.

Selama menjalani wukuf di Arafah pada 8 hingga 9 Dzulhijjah, jemaah akan mendapatkan jaminan maksimal lima kali makan penuh.

Sebelum pergerakan malam menuju Muzdalifah, sebuah paket kelengkapan konsumsi tambahan juga akan didistribusikan sebagai bekal energi jemaah.

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Diwajibkan Membayar Kewajiban Dam, Ini Ketentuannya

Sesampainya di lembah Mina untuk melontar jumrah, layanan logistik kembali dipertebal. Mulai tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah, jemaah akan diberikan suplai makanan maksimal sebanyak sepuluh kali agar fisik mereka tidak tumbang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News