KONTAN.CO.ID - Persaingan di dunia usaha yang begitu ketat mengharuskan perusahaan memiliki keunggulan kompetitif untuk memenangkan pasar. Terlebih di era perdagangan bebas saat ini, pelaku usaha tidak hanya berkompetisi dengan pesaing domestik, tetapi juga internasional. Salah satu upaya untuk meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan adalah dengan menerapkan
supply chain management (manajemen rantai pasokan).
Supply chain management merupakan proses di mana produk diciptakan dan disampaikan kepada konsumen. Rantai pasokan mencakup interaksi antara
supplier, produsen, distributor, dan pelanggan. Penerapan
supply chain management dalam perusahaan akan memberikan sejumlah manfaat, yaitu kepuasan pelanggan, menurunnya biaya jalur distribusi, pemanfaatan aset yang semakin tinggi, hingga peningkatan pendapatan dan laba perusahaan.
Baca Juga: Transaksi Global Makin Lancar Lewat Layanan Digital Kopra by Mandiri Dalam
supply chain management,
supplier berperan sebagai sumber yang menyediakan bahan pertama. Bahan pertama ini bisa berbentuk bahan baku, bahan mentah, bahan pendukung, bahan dagangan, suku cadang, dan lain-lain.
Supplier kemudian akan dihubungkan dengan produsen yang sering disebut
principal dalam konteks distribusi.
Principal berperan sebagai pihak yang membuat, merakit, atau menyelesaikan barang. Barang yang sudah dibuat
principal kemudian akan disalurkan pada pelanggan. Di antara berbagai cara mendistribusikan barang kepada pelanggan, kerja sama dengan distributor merupakan yang paling umum dilakukan. Selanjutnya, distributor akan menyalurkan barang dalam jumlah yang lebih kecil kepada
retailer atau pengecer. Pengelolaan rantai pasokan yang sukses membutuhkan sistem yang terintegrasi dan aliran informasi yang berkesinambungan. Pelanggan harus menjadi pusat dalam setiap tahapan operasi, supaya barang atau produk dapat sampai pada saat yang tepat sesuai kebutuhan pelanggan. Akan tetapi, pada praktiknya mengelola aliran barang dari tangan produsen hingga ke konsumen bukanlah hal yang mudah. Salah satu kendala yang kerap dihadapi dalam
supply chain management adalah masalah kelancaran pembayaran dari
principal ke
supplier, atau dari distributor ke
principal.
Supplier sering menerima permintaan pasokan barang dari
principal dalam jumlah besar, namun jangka waktu pembayarannya masih relatif lama.
Principal meminta waktu pembayaran yang lama karena menunggu kas masuk dari pembayaran pelanggan. Hal ini akan menyebabkan
supplier kekurangan modal kerja sehingga menghambat operasional pasokan bahan baku kepada
principal. Alhasil, kegiatan usaha
principal pun ikut terganggu. Di sisi lain,
principal juga kerap kesulitan dalam mengumpulkan pembayaran dari pihak distributor. Distributor sering menghadapi kendala dalam menagih
invoice ke toko-toko pengecer sehingga menangguhkan pembayaran ke
principal. Akibatnya,
principal bisa menunda pasokan barang berikutnya ke distributor yang membuat ketersediaan barang di pasaran langka. Kendala lainnya adalah kemungkinan terjadinya
human error dalam proses penagihan, pencocokan data, dan pelaporan pembayaran yang masih dilakukan secara manual. Ketidakcocokan data antara dua belah pihak dapat menurunkan kepercayaan bahkan menimbulkan perselisihan. Hal ini dapat dihindari dengan pengelolaan transaksi
supply chain dalam sistem digital yang terpadu dan komprehensif.
Bank Mandiri berupaya memenuhi kebutuhan para pelaku usaha dalam mengelola rantai pasokan lewat inovasi layanan perbankan digital Mandiri Value Chain Financing. Layanan perbankan digital ini dapat diakses secara online melalui Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri untuk kemudahan monitoring
invoice serta pembayaran dan penggunaan fasilitas pembiayaan
supply chain secara cepat, mudah, dan aman. Layanan Mandiri Value Chain Financing antara lain terdiri dari Mandiri
Supplier Financing dan Mandiri Distributor Financing. Bagi
principal, layanan ini memberikan kemudahan pembayaran, rekonsiliasi
, reporting, serta dapat meningkatkan loyalitas
supplier dan distributor. Sedangkan bagi
supplier dan distributor, layanan ini dapat memperbaiki
cash flow hingga meningkatkan volume dan kinerja usaha. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Mandiri Value Chain Financing, hubungi Mandiri Call 14000 atau 1500150. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News