LDR Tembus 127%, Bank Danamon (BDMN) Sebut Ini Akibat Struktur Pendanaan Anak Usaha



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) memberikan penjelasan terkait rasio Loan-to-Deposit Ratio (LDR) konsolidasian yang mencapai 127% berdasarkan laporan Fitch Ratings.

Danamon menyebut tingginya LDR tersebut tidak terlepas dari karakteristik pendanaan bisnis anak perusahaan, termasuk PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dan Home Credit Indonesia.

Chief Strategy Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk Reza Iskandar Sardjono mengatakan, Fitch mencatat rasio LDR konsolidasian Danamon sebesar 127% antara lain mencerminkan struktur pendanaan bisnis anak perusahaan.


Baca Juga: OJK Buka Skema Sekuritisasi Baru, SMF Bidik Pendanaan Perumahan Lebih Luas​

Sebagian pendanaan anak usaha tersebut berasal dari pinjaman (borrowings), bukan hanya dari dana pihak ketiga (DPK). Dengan struktur tersebut, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga secara konsolidasian menjadi lebih tinggi.

"Fitch juga mencatat dukungan akses pendanaan dari MUFG sebagai perusahaan induk dalam mendukung model pendanaan tersebut," ujar Reza dalam keterangannya kepada Kontan, Minggu (27/9/2026).

Di sisi lain, Danamon menegaskan tetap menjaga pertumbuhan bisnis dan pendanaan secara sehat. Per Juni 2026, total kredit dan trade finance konsolidasian Danamon tumbuh 12% secara tahunan. 

Pada periode yang sama, total dana nasabah Danamon juga tumbuh 14% secara year on year (yoy). Pertumbuhan dana nasabah yang lebih tinggi dibandingkan kredit tersebut menunjukkan bahwa penghimpunan dana tetap menjadi bagian penting dalam mendukung ekspansi bisnis perseroan.

Danamon juga menyatakan memiliki dukungan permodalan yang kuat serta dukungan dari MUFG sebagai perusahaan induk.

Sebelumnya, Fitch Ratings mempertahankan National Long-Term Rating Danamon di level AAA(idn) dengan outlook Stable. Peringkat AAA(idn) merupakan level tertinggi dalam skala pemeringkatan nasional Fitch Ratings dan diberikan kepada entitas dengan ekspektasi risiko gagal bayar terendah dibandingkan entitas lainnya dalam skala nasional.

Fitch juga mempertahankan Long-Term Issuer Default Rating Danamon pada level BBB, atau sama dengan level sovereign rating Indonesia.

Danamon menilai hasil asesmen tersebut mencerminkan fundamental dan profil keuangan perseroan yang tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Baca Juga: Laba BRI Tumbuh 6,6% Jadi Rp 34,77 Triliun hingga Agustus 2026

"Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, kami memandang hasil asesmen ini mencerminkan ketahanan fundamental dan profil keuangan Danamon yang tetap terjaga," kata Reza.

Ke depan, Danamon menegaskan komitmennya untuk menjalankan pertumbuhan bisnis secara prudent. Perseroan akan tetap memperhatikan kualitas aset, likuiditas, dan permodalan untuk menjaga keberlanjutan kinerja dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News