KONTAN.CO.ID - LONDON. Produsen mesin Inggris Rolls-Royce jatuh kepada kerugian yang lebih buruk dari yang diperkirakan yaitu 4 miliar pound (US$ 5,6 miliar) pada tahun 2020 karena pandemi menghentikan maskapai penerbangan, tetapi terjebak pada perkiraannya untuk menghabiskan lebih sedikit uang tunai pada tahun ini. Dilansir dari Reuters Kamis (11/3), Rolls menagih maskapai untuk jumlah jam mesinnya terbang namun sejak adanya pandemi sejumlah penerbangan terhenti, hal tersebut membuat sebagian besar pendapatannya anjlok pada tahun lalu karena perjalanan dihentikan akibat terdampak pandemi. Pada 2020, pihaknya mendapatkan total utang dan ekuitas sebesar 7,3 miliar poundsterling untuk membantunya bertahan hidup.
Lebih buruk dari perkiraan, Rolls Royce alami kerugian US$ 5,6 miliar
KONTAN.CO.ID - LONDON. Produsen mesin Inggris Rolls-Royce jatuh kepada kerugian yang lebih buruk dari yang diperkirakan yaitu 4 miliar pound (US$ 5,6 miliar) pada tahun 2020 karena pandemi menghentikan maskapai penerbangan, tetapi terjebak pada perkiraannya untuk menghabiskan lebih sedikit uang tunai pada tahun ini. Dilansir dari Reuters Kamis (11/3), Rolls menagih maskapai untuk jumlah jam mesinnya terbang namun sejak adanya pandemi sejumlah penerbangan terhenti, hal tersebut membuat sebagian besar pendapatannya anjlok pada tahun lalu karena perjalanan dihentikan akibat terdampak pandemi. Pada 2020, pihaknya mendapatkan total utang dan ekuitas sebesar 7,3 miliar poundsterling untuk membantunya bertahan hidup.