JAKARTA. Para pelaku industri asuransi mulai serius melirik bisnis asuransi kredit. Bisnis proteksi atas risiko kegagalan debitur melunasi fasilitas kredit atau pinjaman tunai itu dipandang sebagai alternatif perusahaan asuransi mengerek laba tahun depan. Potensi ini terlihat dari kucuran kredit yang terus membesar. Menurut data Bank Indonesia (BI) per September 2010, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia sebesar 21,2% menjadi Rp 1.694,45 triliun (yoy). Tahun ini BI memprediksi, pertumbuhan kredit perbankan minimal 23%. Perusahaan asuransi yang sudah berancang-ancang ekspansi ke sektor asuransi kredit adalah Jasindo. Perusahaan pelat merah ini yakin, tahun depan bank kian jorjoran. "Tentu saja bank membutuhkan perlindungan asuransi agar terhindar dari kredit macet," ungkap Eko Budiwiyono, Direktur Utama Jasindo, Kamis (25/11).
Legitnya bisnis asuransi kredit
JAKARTA. Para pelaku industri asuransi mulai serius melirik bisnis asuransi kredit. Bisnis proteksi atas risiko kegagalan debitur melunasi fasilitas kredit atau pinjaman tunai itu dipandang sebagai alternatif perusahaan asuransi mengerek laba tahun depan. Potensi ini terlihat dari kucuran kredit yang terus membesar. Menurut data Bank Indonesia (BI) per September 2010, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia sebesar 21,2% menjadi Rp 1.694,45 triliun (yoy). Tahun ini BI memprediksi, pertumbuhan kredit perbankan minimal 23%. Perusahaan asuransi yang sudah berancang-ancang ekspansi ke sektor asuransi kredit adalah Jasindo. Perusahaan pelat merah ini yakin, tahun depan bank kian jorjoran. "Tentu saja bank membutuhkan perlindungan asuransi agar terhindar dari kredit macet," ungkap Eko Budiwiyono, Direktur Utama Jasindo, Kamis (25/11).