KONTAN.CO.ID - LONDON. Di sebuah ruangan di Hotel Raffles London, Rolex dan balai lelang Phillips mengukir sebuah sejarah. Dalam lelang jam tangan yang digelar akhir September lalu, keduanya sukses melelang jam tangan Rolex Daytona seri Four Seasons atawa empat musim. Keempat jam tangan Rolex tersebut memang didesain dan diberi nama mengikuti musim di belahan dunia barat, yakni Winter, Spring, Summer, dan Autumn. Jam-jam ini memadukan logam mulia, batu alam, permata berwarna, dan berlian yang dirangkai menjadi karya eksklusif. Hasilnya, Rolex dan Phillips sukses mengumpulkan dana senilai £ 37,3 juta, atau setara sekitar Rp 883,38 miliar, dari lelang tersebut. Hasil lelang ini merupakan angka tertinggi yang pernah dicapai dalam lelang amal jam tangan jenis apa pun.
Rekor tersebut sekaligus melampaui nilai penjualan US$ 31 juta yang diraih oleh Patek Philippe Grandmaster Chime ref. 6300A pada 2019. Tapi, saat itu yang dilelang hanya satu buah jam tangan saja. Seluruh hasil penjualan dapat disalurkan untuk mendukung Federer Foundation milik Roger Federer dan Re, organisasi yang turut didirikan Leonardo DiCaprio, untuk melindungi serta memulihkan ekosistem alam di berbagai penjuru dunia. Jam pertama, Rolex Cosmograph Daytona Winter, terjual seharga £ 10 juta. Menurut laporan watchesbysjx.com, sang pemenang lelang bertekad mendapatkan jam musim dingin tersebut dengan harga berapapun. Artinya, jika lawan tidak menyerah, harga bisa jadi makin tinggi. Selanjutnya, Cosmograph Daytona Spring sukses berpindah tangan dengan harga £ 6,8 juta. Ini menjadi jam yang terjual dengan harga paling murah dalam lelang tersebut. Setelah itu, Cosmograph Daytona Summer sukses terjual £ 10,3 juta. Leonardo DiCaprio sempat ikut menawar jam ini. Terakhir, Cosmograph Daytona Autumn sukses berpindah tangan dengan harga mencapai £ 10,2 juta.
Baca Juga: Calon Pengantin di China Tengah Gandrung Membuat Drama Pendek untuk Pernikahan Bagi Phillips, lelang ini menjadi momen penting karena merupakan lelang amal pertama yang melibatkan Rolex. Konsultan Senior Phillips Aurel Bacs mengatakan, antusiasme peserta menunjukkan bahwa kemewahan dan keahlian pembuatan jam dapat berjalan beriringan dengan menciptakan dampak sosial dan lingkungan. Dana yang terkumpul nantinya akan mendukung program Federer Foundation di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar di Afrika bagian selatan serta Swiss. Di sisi lain, Re akan menggunakan dukungan tersebut untuk memperkuat upaya perlindungan dan pemulihan ekosistem alam.
Phillips sendiri masih memiliki sejumlah agenda lelang prestisius. Balai lelang ini tengah menggelar lelang jam mewah secara daring hingga 9 Oktober nanti. Ada hampir 90 lot barang yang dilelang, termasuk seri langka Voutilainen, Patek Philippe dan Rolex. Phillips mencatat total penjualan US$ 235,5 juta tahun ini dan menjual tiga jam tangan seharga lebih dari US$ 10 juta. Ini pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah industri ini. Phillips juga memecahkan rekor lelang jam tangan dengan nilai penjualan tertinggi sepanjang masa, senilai 74,8 juta franc Swiss, atau sekitar Rp 1,62 triliun berdasarkan nilai tukar saat ini, di Jenewa pada Mei lalu.
Baca Juga: G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak dan Diesel dari Cadangan Darurat