Lelang Obligasi Negara Oversubscribed, Pemerintah Filipina Jaring 235 Miliar Peso



KONTAN.CO.ID - MANILA. Lelang obligasi negara Filipina laris manis. Filipina berhasil menjaring 235 miliar peso, sekitar Rp 68,58 triliun, dari penerbitan obligasi baru.

Penerbitan obligasi ini menarik permintaan kuat karena investor mengincar imbal hasil lebih tinggi, seiring harapan bank sentral Filipina akan memangkas suku bunga lagi dalam pertemuan Kamis (19/2/2026).

Bloomberg melaporkan, saking larisnya, periode penawaran obligasi ini dipersingkat, lantaran target penjualan sudah tercapai. Seharusnya, penawaran berlangsung hingga Jumat (20/2/2026).


Baca Juga: S&P: Pulihkan Kepercayaan Investor Jadi Kunci Jaga Rating Utang Indonesia

Menurut Biro Perbendaharaan Filipina, dalam pernyataan di situsnya, Kamis (19/2/2026), penawaran obligasi ini ditujukan kepada investor institusional. Investor masih dapat menukar utang lama dengan surat berharga baru hingga Jumat.

“Pemerintah tidak membutuhkan banyak uang sekarang karena pengeluaran belum meningkat, sehingga pinjaman yang dibutuhkan lebih sedikit,” kata Michael Ricafort, Kepala Ekonom Rizal Commercial Banking Corp. di Manila.

Michael memperkirakan, imbal hasil obligasi 10 tahun dapat turun lebih lanjut menjadi 5,8% pada Juni. Buat perbandingan, di Rabu (18/2/2026), imbal hasil obligasi 10 tahun berada di 5,925%.

Baca Juga: Investor Lari ke Emas? Yield Obligasi Negara Utama Menanjak!

Perekonomian Filipina menjalani pertumbuhan paling lambat dalam 14 tahun di luar pandemi. Karena itu, sebagian besar analis memperkirakan Bangko Sentral ng Pilipinas akan melakukan pemangkasan suku bunga keenam berturut-turut hari ini.

Menteri Keuangan Filipina Sharon Almanza menyebut, pemerintah juga berencana untuk menerbitkan obligasi ritel yang menargetkan investor individu dalam beberapa bulan mendatang.

Filipina juga terus memantau kemungkinan kembali menerbitkan obligasi global tahun ini. Menurut anggaran pemerintah, Filipina berencana meningkatkan pinjaman bruto tahun ini sekitar 3% menjadi 2,68 triliun peso.

Selanjutnya: Loyo, Rupiah Spot Melemah 0,23% ke Rp 16.923 per Dolar AS pada Kamis (19/2) Siang

Menarik Dibaca: Kerja Fleksibel Bukan Sekadar Tren, Ini Dampaknya bagi Pekerja