Lelang PSEL Tahap II, Danantara Targetkan Penunjukan Mitra Sebelum Akhir Tahun 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membeberkan perkembangan terbaru terkait lelang proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua.

Managing Director Global Relations and Communications BPI Danantara, Pahala N. Mansury memastikan, proses bidding untuk sejumlah lokasi baru akan segera dilanjutkan dalam waktu dekat demi mengakselerasi penanganan sampah nasional. Pihaknya siap membuka proses lelang lanjutan untuk enam wilayah sasaran baru.

"Kita tentunya akan lanjut untuk bisa melakukan proses bidding di 6 lokasi tambahan, termasuk di antara lokasi-lokasi tersebut tentunya adalah di Jakarta," ujarnya ditemui di Jakarta, Selasa, (6/10/2026).


Baca Juga: Menekan Emisi, Industri Nikel Mulai Elektrifikasi Alat Berat

Pahala menyebutkan, Danantara telah berhasil menunjuk mitra kerja sama untuk 11 lokasi proyek PSEL yang berasal dari lelang batch pertama. 

Dari belasan lokasi tersebut, tiga proyek PSEL telah resmi groundbreaking alias peletakan batu pertama, sementara delapan lokasi lainnya masih diproses pemenuhan kewajiban administrasi serta teknis penunjukan mitra.

Pahala menuturkan, target penyelesaian penunjukan seluruh mitra untuk lelang tahap kedua ini dipatok selesai sebelum bergantinya tahun.

 "Jadi tentunya masih ada 6 lagi sebelum daripada akhir tahun nanti untuk kita menunjuk mitra ke depan," tuturnya.

Pahala menegaskan, kepastian jadwal penetapan lelang tahap kedua tersebut akan segera dirilis secara resmi oleh tim pengelola dalam waktu dekat. 

"Dalam waktu dekat ini, kita akan segera. Nanti tunggu tim Denera (PT Daya Energi Bersih Nusantara) akan segera mengumumkan hal tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Populasi BEV Tembus 223.100 Unit, Jumlah SPKLU Masih Belum Mencukupi

Berdasarkan catatan KONTAN, hingga September 2026, empat proyek PSEL yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) telah resmi melakukan groundbreaking dengan total nilai investasi mencapai Rp 15,9 triliun. 

Proyek greenfield tersebut direalisasikan berdasarkan mandat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. 

"(Proyek PSEL) pertama di Bali, kedua Legok Nangka, ketiga Kota Bekasi, keempat di sini Kota Bogor dan Kabupaten Bogor (Bogor Raya 1)," kata Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan usai peresmian PSEL di Desa Galuga, Bogor, Kamis (17/9/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News