Lelang ramai, harga SUN berpotensi naik



JAKARTA. Analis memprediksi, harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder pada perdagangan Rabu (20/1) berpeluang menguat. Katalis positif berasal dari hasil lelang SUN kemarin. Pada Selasa (19/1), rata-rata harga obligasi pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price terpeleset 0,21% dibandingkan hari sebelumnya ke level 105,76. Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra menduga, harga SUN di pasar sekunder pada perdagangan Rabu (20/1) akan bergerak bervariasi dengan potensi menguat. Faktor pendorongnya bersumber dari hasil lelang SUN pada Selasa (19/1) yang menghimpun penawaran Rp 25 triliun. Pemerintah menyerap dana sekitar Rp 14 triliun dari lelang tersebut. "Pada lelang kemarin, tingginya penawaran yang masuk mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih cukup optimis terhadap pasar surat utang di tengah gejolak yang terjadi di pasar keuangan global," jelasnya. Namun, Made menilai peluang kenaikan harga SUN hari ini akan dibatasi aksj pelaku pasar yang cenderung menahan diri bertransaksi di tengah minimnya rilis data ekonomi domestik. Apalagi Bank Sentral Amerika Serikat (AS) bakal menggelar FOMC Meeting pekan depan. Secara teknikal, Made menyebutkan harga SUN berada pada tren kenaikan harga. Namun, beberapa seri SUN menunjukkan sinyal berbalik arah sehingga berpotensi mengubah tren harga obligasi negara. Oleh karena itu, Made menyarankan investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga SUN dengan menerapkan strategi trading jangka pendek. Pelaku pasar juga disarankan untuk menggeser portofolio pada SUN tenor pendek guna meminimalisir risiko yang terjadi akibat fluktuasi harga SUN di pasar sekunder. "Beberapa seri SUN yang dapat menjadi pilihan adalah seri FR0069, FR0031 dan ORI012. Adapun untuk seri FR0072 dan FR0073 kami merekomendasikan untuk jual di saat harganya kembali mengalami kenaikan atau sell on strength," pungkasnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie