Lelang Seni Tetap Bergairah, Tapi Kolektor Mulai Pilih-Pilih Karya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas lelang karya seni sepanjang kuartal I-2026 menunjukkan dinamika yang beragam di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian global.

Meski jumlah pengunjung pameran belum meningkat signifikan, minat terhadap lelang justru mulai menunjukkan kenaikan.

Pengelola Balai Lelang Sidharta Auctioneer Amir Sidharta mengungkapkan, jumlah pengunjung yang datang ke sesi viewing relatif stabil, namun belum mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Di sisi lain, jumlah peserta lelang cenderung bertambah.


“Dari sisi peserta lelang terlihat meningkat, ini terlihat dari bertambahnya peserta baru dalam lelang, baik offline maupun online,” ujar Amir kepada Kontan, Jumat (17/4/2026).

Sepanjang tahun ini, Amir telah menyelenggarakan tiga kali lelang dengan kategori berbeda. Pada kategori Artfordable & Future Vintage Auction, karya yang terjual berada pada kisaran harga Rp 3,5 juta hingga Rp 12 juta.

Baca Juga: Outlook 2026 Moderat, Kolektor Mulai Tahan Belanja Barang Mewah

Sementara itu, pada Bead Bid Auction yang berfokus pada seni kontemporer Indonesia, jumlah karya yang terjual relatif terbatas. Kendati demikian, nilai transaksi yang tercatat cukup tinggi, dengan kisaran harga Rp 36 juta hingga Rp 80 juta.

Adapun pada Asian Modern Fine Art & Collectibles Auction, harga karya yang terjual berkisar antara Rp 3,6 juta hingga Rp 100 juta. Dalam kategori ini, kolektor masih menunjukkan minat tinggi terhadap karya seniman maestro sebagai instrumen investasi.

Amir menyebut sejumlah nama seperti Trubus Soedarsono, Nyoman Gunarsa, Soedibio, Pirous, Umi Dachlan, hingga Paul Husner masih menjadi incaran kolektor. Bahkan, beberapa karya dari Basoeki Abdullah, Barli Sasmitawinata, Sunaryo, dan Kartika Affandi terjual dengan harga jauh di atas estimasi awal.

Di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik, Amir menilai perilaku kolektor mulai berubah. Investor dan kolektor cenderung menjadi lebih selektif dalam membeli karya seni.

Baca Juga: Kinerja Campuran Rerata Turun 5,62%, Simas Syariah Berkembang Pilih Strategi Defensif

“Dalam kondisi saat ini, kolektor akan lebih selektif. Namun, karya Artfordable masih diminati karena harganya lebih terjangkau, baik untuk koleksi maupun kebutuhan dekorasi,” jelasnya.

Untuk prospek ke depan, Amir memperkirakan permintaan karya seni masih akan tetap ada hingga akhir 2026. Namun, potensi penurunan tetap terbuka seiring tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Ia pun menyarankan investor untuk lebih berhati-hati dalam memilih karya seni. Menurutnya, keputusan membeli sebaiknya tidak semata didasarkan pada potensi keuntungan.

“Lebih selektif dalam memilih karya, jangan hanya karena potensi investasi, tetapi pilih karya yang benar-benar disukai,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News