JAKARTA. Otot rupiah diprediksi menguat terbatas pada hari ini (2/5), bangkit dari pelemahan di awal pekan. Kurs tengah Bank Indonesia (BI), kemarin, melemah tipis 0,03% menjadi Rp 9.193 per dollar Amerika Serikat (AS). Di pasar spot, pelemahan rupiah mencapai 0,13% ke level Rp 9.189. Pelemahan rupiah boleh jadi akibat laju inflasi di bulan April sebesar 0,21%. Inflasi dikaitkan dengan ketidakjelasan kebijakan bahan bakar minyak (BBM). Secara historis, April biasanya terjadi deflasi. Meski begitu, sejumlah analis optimistis, hari ini rupiah relatif stabil dengan peluang menguat tipis. "Penguatan mata uang regional seperti dollar Singapura dan yen Jepang, sedikit banyak mempengaruhi rupiah," ujar Putu Andi Wijaya, Dealer Forex Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Lelang SUN bisa jadi penyokong rupiah
JAKARTA. Otot rupiah diprediksi menguat terbatas pada hari ini (2/5), bangkit dari pelemahan di awal pekan. Kurs tengah Bank Indonesia (BI), kemarin, melemah tipis 0,03% menjadi Rp 9.193 per dollar Amerika Serikat (AS). Di pasar spot, pelemahan rupiah mencapai 0,13% ke level Rp 9.189. Pelemahan rupiah boleh jadi akibat laju inflasi di bulan April sebesar 0,21%. Inflasi dikaitkan dengan ketidakjelasan kebijakan bahan bakar minyak (BBM). Secara historis, April biasanya terjadi deflasi. Meski begitu, sejumlah analis optimistis, hari ini rupiah relatif stabil dengan peluang menguat tipis. "Penguatan mata uang regional seperti dollar Singapura dan yen Jepang, sedikit banyak mempengaruhi rupiah," ujar Putu Andi Wijaya, Dealer Forex Bank Rakyat Indonesia (BRI).