Lelang SUN Kembali Laris, Penawaran Masuk Capai Rp 72,07 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kembali mengadakan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Rabu (2/2). Jumlah penawaran yang masuk dalam lelang kali ini cukup solid, yakni mencapai Rp 72,07 triliun untuk tujuh seri yang ditawarkan.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, dari jumlah penawaran yang masuk tersebut, pemerintah hanya memenangkan Rp 25 triliun.

"Incoming bids pada lelang hari ini sebesar Rp 72,07 triliun masih lebih tinggi dari target sebesar Rp 25 triliun. Dengan demikian bid to cover ratio adalah sebesar 2,88 kali," kata Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu, Deni Ridwan dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, hari ini.


Lebih lanjut Deni bilang, minat investor pada lelang SUN hari ini masih terlihat solid. Menurutnya, pelaku pasar sudah mulai melakukan price in atas sikap hawkish dari Bank Sentral AS.

Adapun fokus investor pada lelang kali ini adalah dua SUN seri acuan dengan tenor 10 tahun dan 20 tahun. Tawaran yang masuk untuk kedua seri tersebut mencapai 41,06% dari total penawaran masuk. Selain itu juga tawaran masuk terbesar pada lelang SUN hari ini adalah pada tenor 20 tahun sebesar yaitu dari Rp 15,76 triliun.

Baca Juga: Pemerintah Siap Lelang Tujuh Seri SUN pada Rabu (2/2), Ini Rinciannya

Hasil lelang ini juga didominasi dari investor lokal yang mencapai 93,74%. Sisanya, sebesar Rp 4,51 triliun atau 6,26% dari investor asing. Walau begitu, total yang dimenangkan asing pada lelang ini lebih tinggi dari lelang terakhir, yakni Rp 2,25 triliun atau 8,99%, dengan mayoritas dari tenor 5 tahun, masih lebih tinggi dari rata-rata lelang terakhir yaitu sebesar 6,53%.

"Partisipasi investor asing pada lelang hari ini masih dipengaruhi oleh libur imlek terutama pada negara-negara Asia seperti Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Vietnam dan Malaysia," jelasnya.

Deni menilai, WAY pada lelang SUN hari ini secara umum sangat kompetitif apabila dibandingkan dengan level pasar pada penutupan hari sebelumnya.

Level yield pada lelang kali ini tercatat mixed, SUN tenor 5 tahun, 10 tahun dan 20 tahun mengalami penurunan antara 1 sampai dengan 2 bps. Sementara untuk SUN tenor 15 tahun dan 30 tahun terdapat kenaikan yield masing-masing sebesar 1 dan 2 bps.

"Dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder serta rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2022, Pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp 25 triliun," pungkas Deni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari