KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Besarnya jumlah penduduk usia produktif belum otomatis menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan 201,06 juta penduduk usia 15–64 tahun atau 69,30% dari total populasi, Indonesia masih menghadapi persoalan produktivitas tenaga kerja, kualitas pekerjaan, serta rendahnya kemampuan masyarakat membangun tabungan dan aset pensiun. Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), I Gede Dewa Karma Wisana, mengatakan kondisi tersebut membuat Indonesia saat ini baru memiliki modal demografi, bukan bonus demografi yang telah menghasilkan manfaat ekonomi secara optimal. “Yang Indonesia miliki itu baru ‘modal’ demografi, belum bonus yang sesungguhnya. Bonus demografi tersebut sebenarnya adalah peluang yang ada syaratnya, bukan capaian atau sebuah prestasi. Struktur umur penduduk Indonesia yang saat ini didominasi oleh penduduk muda memberi kita modal. Tapi modal tersebut baru ada hasilnya jika dipekerjakan secara produktif dan mampu menabung atau berinvestasi. Nah, kedua syarat tersebut yang belum terpenuhi,” ujar Dewa kepada Kontan, Senin (17/8/2026).
Lembaga Demografi FEB UI: Bonus Demografi Baru Jadi Modal, Bukan Bonus Ekonomi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Besarnya jumlah penduduk usia produktif belum otomatis menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan 201,06 juta penduduk usia 15–64 tahun atau 69,30% dari total populasi, Indonesia masih menghadapi persoalan produktivitas tenaga kerja, kualitas pekerjaan, serta rendahnya kemampuan masyarakat membangun tabungan dan aset pensiun. Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), I Gede Dewa Karma Wisana, mengatakan kondisi tersebut membuat Indonesia saat ini baru memiliki modal demografi, bukan bonus demografi yang telah menghasilkan manfaat ekonomi secara optimal. “Yang Indonesia miliki itu baru ‘modal’ demografi, belum bonus yang sesungguhnya. Bonus demografi tersebut sebenarnya adalah peluang yang ada syaratnya, bukan capaian atau sebuah prestasi. Struktur umur penduduk Indonesia yang saat ini didominasi oleh penduduk muda memberi kita modal. Tapi modal tersebut baru ada hasilnya jika dipekerjakan secara produktif dan mampu menabung atau berinvestasi. Nah, kedua syarat tersebut yang belum terpenuhi,” ujar Dewa kepada Kontan, Senin (17/8/2026).