KONTAN.CO.ID - Penularan virus cacar monyet alias mpox makin membahayakan. Pasalnya varian baru mpox yang lebih berbahaya telah ditemukan di negara tetangga Indonesia. Kasus baru dengan varian clade lb ada di Swedia dan Thailand. Kerentanan kasus mpox ini membuat lembaga kesehatan mendorong ketersediaan vaksin. Unicef menyebut ada 12 juta dosis siap dibuat hingga 2025. Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa alias United Nations Children's Fund (Unicef) telah mengeluarkan tender darurat untuk mengamankan vaksin mpox. Vaksin ini penting bagi negara-negara yang dilanda krisis melawan mpox. Unicef dalam pernyataan menjelaskan, akan bekerjasama dengan aliansi vaksin Gavi, Africa CDC, dan Organisasi Kesehatan Dunia alias World Health Organization (WHO). Unicef menyebut, saat ini dunia bergantung pada kesepakatan produksi para pembuat vaksin. Dimana dalam perjanjian ada sebanyak dengan 12 juta dosis vaksin dapat dibuat hingga tahun 2025.
Baca Juga: Apa Cara Terbaik untuk Melindungi Anak-Anak dari Penularan Cacar Monyet? Berdasarkan tender tersebut, Unicef akan membuat perjanjian pasokan bersyarat dengan produsen vaksin. Hal ini akan memungkinkan Unicef untuk membeli dan mengirimkan vaksin tanpa penundaan, setelah pembiayaan, permintaan, kesiapan, dan persyaratan peraturan dikonfirmasi. Kolaborasi tersebut juga akan mencakup kerjasama dengan Vaccine Alliance dan Pan American Health Organization serta dengan Gavi, Africa Centers for Disease Control and Prevention, dan WHO. Mereka akan akan memfasilitasi sumbangan vaksin dari stok yang ada di negara-negara berpenghasilan tinggi. Pernyataan tersebut menambahkan informasi dari WHO yang sedang meninjau informasi yang disampaikan produsen pada tanggal 23 Agustus. Pihaknya juga berharap dapat menyelesaikan peninjauan untuk daftar penggunaan darurat pada pertengahan September. WHO juga sedang meninjau aplikasi untuk lisensi darurat untuk dua vaksin yang dibuat oleh Bavarian Nordic dan KM Biologics dari Jepang.