Lembaga Riset Independen COSMOS Meluncur, Wadah Angkat Daya Saing UKM



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga think tank (riset) independen Center for SME Movements (COSMOS) resmi meluncur pada Kamis (15/12). COSMOS menjadi wadah mengangkat daya saing Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia di tingkat nasional dan global.

Titah Yudhistira, Executive Director COSMOS mengatakan, COSMOS menghadirkan dukungan strategis dan taktis kepada UKM melalui tiga cara. Pertama, melakukan kajian dan penelitian untuk membantu para pihak pengambil keputusan/pembuat kebijakan di tingkat daerah dan nasional.

Kedua, ikut meningkatkan pengetahuan dan keterampilan UKM melalui pendampingan langsung di lapangan. Ketiga, berperan aktif dalam penciptaan nilai (value creation) di sepanjang rantai pasok untuk menghasilkan produk/jasa sesuai permintaan pasar.


“Dunia usaha memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman bisnis yang bisa membantu UKM naik kelas, dan tujuan COSMOS adalah membantu mendistribusikan informasi ini kepada semua pihak untuk meratakan kesempatan bisnis," kata Titah dalam Grand Launching COSMOS di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (15/12).

Baca Juga: KemenkopUKM Siapkan Aturan Kriteria dan Mekanisme Penilaian Koperasi

Ia menambahkan, UKM memiliki peran yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Namun disisi lain potensi dan tantangan yang dihadapi muncul secara beriringan.

"Dan salah satu tantangan tersebut adalah aksesibilitas terhadap informasi," imbuhnya.

Di tengah adanya ancaman resesi tahun depan, justru menjadi peluang bagi UKM. Misalnya saat lock down di China, menjadikan Indonesia lebih mandiri dan berbagai kebijakan pemerintah yang lebih pro UKM.

Titah mengatakan, mengantarkan UKM naik kelas harus dilakukan kolaborasi antar stakeholder. Oleh karenanya Ia membuka peluang kepada semua pihak untuk ikut bergabung atau membantu mengumpulkan informasi, ide, dan pengalaman bisnis yang bisa digunakan oleh pelaku UKM.

Salah satu mitra COSMOS ialah, Evermos. Evermos ialah aplikasi social commerce yang bertujuan untuk memberdayakan dan membangun ekonomi gotong royong dengan membantu brand menjangkau lebih banyak pelanggan.

Serta membantu reseller memperoleh penghasilan tambahan, dan membantu konsumen untuk mendapatkan produk berkualitas.

CEO Evermos Ghufron Mustaqim mengatakan, pihaknya melihat sektor UKM banyak terhambat permasalahan mendasar. Dimana permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan berbagai solusi berdasarkan pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki para pebisnis dan pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: 50 UMKM Dapat Sertifikat Halal dari Balai Kemenperin dan Dinas Koperasi Jogja

"Kita merasa ada strategic fit antara Evermos dan COSMOS guna memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat dan perekonomian Indonesia. Dan berbagi pengetahuan dan pengalaman adalah suatu yang bisa memberikan dampak bisnis yang cukup signifikan," kata Ghufron.

Selain Evermos, COSMOS juga telah bermitra dengan organisasi di sektor UKM, seperti perusahaan modal ventura Telkomsel Mitra Inovasi (TMI). Kemudian kolaborasi akan dilakukan juga dengan Kementerian Perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News