KONTAN.CO.ID - GORONTALO. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie melepas ekspor 10.000 ton wood pellet atau pelet kayu di Pelabuhan Lalape, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, Selasa (13/5). Ekspor wood pellet ini menjadi penopang perekonomian Kabupaten Pohuwato yang menyumbang pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo. Wood pellet produksi PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) itu akan dikirim ke Jepang dan Korea Selatan. PT Biomasa Jaya Abadi merupakan perusahaan yang telah menggelontorkan investasi di Gorontalo dengan nilai investasi sebesar Rp 1,52 triliun. Perusahaan yang beroperasi empat tahun terakhir itu sudah melakukan ekspor 34 kali sebesar 376.271 ton dengan nilai ekonomi US$ 52 juta atau Rp 780 miliar. “Wood pellet dari sini mencakup kurang lebih 51%-52% dari produk nasional yang diekspor ke Jepang dan Korea dengan nilai ekspor yang sudah dicapai kurang lebih US$ 52 juta atau kurang lebih Rp780 miliar. Ini sebuah hasil yang berpengaruh sangat signifikan terhadap perekonomian Gorontalo. Oleh sebab itu, kami datang di sini untuk meninjau,” kata Gusnar yang didampingi Wakil Gubernur Idah Syahidah, Selasa (13/5) seperti dikutip dari keterangannya, Rabu (14/5).
Lepas Ekspor Wood Pellet, Gubernur Gorontalo Apresiasi Kontribusi BJA Group
KONTAN.CO.ID - GORONTALO. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie melepas ekspor 10.000 ton wood pellet atau pelet kayu di Pelabuhan Lalape, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, Selasa (13/5). Ekspor wood pellet ini menjadi penopang perekonomian Kabupaten Pohuwato yang menyumbang pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo. Wood pellet produksi PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) itu akan dikirim ke Jepang dan Korea Selatan. PT Biomasa Jaya Abadi merupakan perusahaan yang telah menggelontorkan investasi di Gorontalo dengan nilai investasi sebesar Rp 1,52 triliun. Perusahaan yang beroperasi empat tahun terakhir itu sudah melakukan ekspor 34 kali sebesar 376.271 ton dengan nilai ekonomi US$ 52 juta atau Rp 780 miliar. “Wood pellet dari sini mencakup kurang lebih 51%-52% dari produk nasional yang diekspor ke Jepang dan Korea dengan nilai ekspor yang sudah dicapai kurang lebih US$ 52 juta atau kurang lebih Rp780 miliar. Ini sebuah hasil yang berpengaruh sangat signifikan terhadap perekonomian Gorontalo. Oleh sebab itu, kami datang di sini untuk meninjau,” kata Gusnar yang didampingi Wakil Gubernur Idah Syahidah, Selasa (13/5) seperti dikutip dari keterangannya, Rabu (14/5).