Lhokseumawe inflasi tertinggi kedua di Indonesia



LHOKSEUMAWE. Kenaikan harga di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh pada September sebesar 1,44 % menjadikan daerah tersebut kota yang mengalami inflasi tertinggi kedua di Indonesia setelah Sibolga, Sumatera Utara.

"Inflasi yang terjadi di Lhokseumawe menempati urutan kedua setelah yang tertinggi pertama Kota Sibolga, Sumatera Utara sebesar 1,85 %," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Wahyuddin di Banda Aceh, Senin (3/10).

Ia menjelaskan kenaikan harga yang terjadi di daerah tersebut harus menjadi perhatian serius oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.


Wahyuddin menyebutkan dari hasil pemantauan di sejumlah kota di Aceh juga mengalmai inflasi masing-masing Kota Meulaboh sebesar 0,83 % dan Banda Aceh sebesar 0,78 %, sehingga Aceh mengalami inflasi sebesar 0,98 %.

Ia berharap agar TPID di Aceh dapat memetakan komoditi-komoditi yang mengambil peran besar terhadap laju inflasi sehingga kenaikan harga barang di pasaran dapat diantisipasi di masa mendatang.

Wahyuddin mengingatkan tingginya inflasi akan berdampak pada turunnya daya beli di masyarakat yang juga akan berdampak terhadap naiknya angka kemiskinan di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.

Ia menambahkan untuk inflasi pedesaan Aceh menempati posisi pertama dari sepuluh provinsi yang dihitung indeks harga konsumen di Pulau Sumatera. Inflasi pedesaan yang terjadi di Provinsi Aceh sebesar 0,94 %.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto