Libur Imlek 2026, Kadin Soroti Tren Lonjakan Penjualan Tiket Pesawat hingga Kereta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti lonjakan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2026. 

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang menjelaskan, kenaikan  permintaan tiket pesawat hingga kereta api menjadi motor penggerak konsumsi rumah tangga dan laju pertumbuhan ekonomi nasional di awal tahun ini.

Dia menambahkan, kebijakan pemerintah yang menetapkan libur nasional pada Senin (16/2) dan Selasa (17/2) memicu pergerakan masif warga Tionghoa untuk merayakan Imlek 2577 Kongzili. Selain itu, masyarakat luas memanfaatkan momentum ini untuk berwisata kuliner serta melakukan ziarah menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H.


"Libur Imlek tahun ini akan mendorong produktivitas perekonomian dan meningkatkan konsumsi rumah tangga. Berbagai sektor usaha dapat merasakan peningkatan permintaan seperti transpotasi udara, tiket penerbangan ke berbagai kota besar seperti Medan, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Bali dan Palembang mengalami lonjakan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2).

Baca Juga: Pangkas Hambatan Non-Tarif, IMF Perkirakan Ekonomi Indonesia Bisa Naik 4,1%

Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah penumpang angkutan udara yang bepergian melalui Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai 1.744.820 orang. Sementara itu, volume penumpang kereta api jarak jauh dengan tujuan berbagai kota di Pulau Jawa, seperti Bandung, Yogyakarta, Semarang, hingga Surabaya, dilaporkan hampir menembus angka 1 juta penumpang.

Kinerja positif juga dibukukan oleh moda transportasi modern, di mana penumpang kereta cepat Whoosh tercatat naik 25% dengan total mencapai 25.000 orang selama masa libur Imlek.

Di sektor transportasi darat, arus kendaraan pribadi yang melintasi jalur tol juga menunjukkan peningkatan seiring tingginya minat masyarakat bepergian ke luar kota. 

“Yang bepergian membawa kendaraan pribadi data dari jasa marga diperkirakan 1,6 juta kendaraan, di mana lebih kurang 831.000 diperkirakan meninggalkan Jabodetabek dan sisanya yang masuk ke Jabodetabek. Dari jumlah kendaraan 1,6 juta jika rata-rata satu mobil membawa penumpang 4 orang maka pergerakan manusia mencapai 6,4 juta orang,” ungkapnya.

Dengan proyeksi pergerakan hingga 6,4 juta orang tersebut, Kadin optimistis perputaran uang di daerah destinasi wisata akan meningkat tajam. 

Peningkatan permintaan di sektor kuliner, perhotelan, dan UMKM juga diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi regional selama kuartal pertama tahun 2026.

Baca Juga: Ditjen Pajak: Pungutan Pajak Marketplace Lokal Masih Tunggu Restu Menkeu Purbaya

Selanjutnya: Indeks Dolar AS Menguat Terseret Sentimen Geopolitik

Menarik Dibaca: Cara Berbagi dan Mengatur Keuangan di Tahun Kuda Api ala Blu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News