Libur Imlek, Trafik Kendaraan di Tol Trans Sumatra Melonjak 21,34%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Libur panjang perayaan Hari Raya Imlek 2026 mendorong volume pergerakan masyarakat di sejumlah ruas tol. PT Hutama Karya (Persero) mencatat lonjakan volume kendaraan yang cukup signifikan di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) pada periode awal libur panjang Imlek, yakni 13 Februari 2026.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah mengatakan, pergerakan kendaraan terpantau meningkat di sejumlah ruas utama Tol Trans Sumatra, terutama pada koridor penghubung antarkota dan akses menuju kawasan perkotaan. Secara kumulatif, total trafik harian pada ruas tol yang dikelola perusahaan mencapai 120.944 kendaraan.

"Angka tersebut meningkat 21,34% jika dibandingkan dengan trafik normal harian," ujar Mardiansyah dalam keterangan resmi Sabtu (14/2/2026).


Baca Juga: Aturan Baru! Menkeu Purbaya Wajibkan 58% Dana Desa 2026 Untuk Koperasi Merah Putih

Lonjakan tertinggi terjadi pada ruas Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum – Baitussalam). Trafik di ruas ini melesat hingga 83,18% dibandingkan hari normal, dengan total 7.831 kendaraan yang melintas.

Selain itu, Tol Betung – Tempino – Jambi (Seksi Bayung Lencir – Tempino) juga mencatatkan kenaikan trafik yang cukup tajam sebesar 42,76% atau sebanyak 9.131 kendaraan. Disusul oleh ruas Tol Padang – Sicincin yang meningkat 28,57% dengan total 2.745 kendaraan.

Di koridor Sumatra Utara, ruas Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat yang dikelola anak usaha PT Hutama Marga Waskita (HMW) tercatat menjadi yang tersibuk secara volume, dengan total 24.568 kendaraan atau naik 25,98% dari trafik normal.

Sementara itu, pada ruas penghubung utama seperti Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung (Terpeka), volume kendaraan tercatat sebanyak 15.960 unit, meningkat 16,39%. Di Riau, Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) melayani 17.615 kendaraan atau naik 9,39% dari biasanya.

Seiring dengan kenaikan mobilitas ini, Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima. Pengendara juga diminta memanfaatkan rest area untuk beristirahat jika merasa lelah guna menghindari kecelakaan akibat mengantuk.

Baca Juga: Jaga Defisit di Bawah 3%, IMF Sarankan RI Naikkan Tarif Pajak Karyawan Bertahap

Selanjutnya: 50% Tenaga Kerja Tak Sesuai Kualifikasi, Imbas Permasalahan Struktural Ekonomi

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News