KONTAN.CO.ID - Liga Primer Inggris (EPL) akan mulai menerapkan aturan baru yang menyasar penjaga gawang pada musim 2026/2027. Regulasi ini berlaku mulai Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya mengurangi praktik mengulur waktu (time-wasting) yang kerap terjadi saat pertandingan. Lewat aturan baru tersebut, tim tidak hanya kehilangan waktu ketika kiper mendapat perawatan di lapangan, tetapi juga harus rela bermain dengan 10 pemain selama satu menit.
Bagaimana Aturan Baru Kiper di Liga Inggris?
Aturan baru mulai berlaku ketika wasit memutuskan memanggil tim medis untuk memberikan perawatan kepada penjaga gawang di lapangan. Setelah itu, pelatih hanya memiliki waktu 10 detik untuk memberi tahu ofisial keempat mengenai satu pemain lapangan yang harus keluar dari pertandingan selama 60 detik setelah laga kembali dimulai. Selama periode tersebut, tim akan bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit. Apabila pelatih tidak menentukan pemain dalam batas waktu yang ditentukan, maka kapten tim otomatis menjadi pemain yang harus meninggalkan lapangan sementara. Jika kapten tim merupakan penjaga gawang, maka pemain lapangan yang sebelumnya telah didaftarkan sebagai wakil kapten untuk berkomunikasi dengan wasit sebelum pertandingan akan menjadi pemain yang keluar. IFAB dan otoritas sepak bola Inggris menilai sejumlah tim memanfaatkan cedera kiper sebagai cara menghentikan tempo pertandingan. Dalam beberapa musim terakhir, penjaga gawang dinilai kerap meminta perawatan untuk memberi waktu kepada pelatih menyampaikan instruksi taktik atau memperlambat permainan ketika tim sedang unggul. Baca Juga: Situasi Kontrak Vinicius Jr di Real Madrid: Gaji, Masa Berlaku hingga Rumor ArsenalKapan Aturan Ini Tidak Berlaku?
Aturan tersebut tidak diterapkan dalam beberapa kondisi tertentu. Tim tidak akan kehilangan satu pemain lapangan apabila:- Kiper menolak mendapat perawatan dan meminta tim medis meninggalkan lapangan.
- Kiper baru saja dilanggar lawan sebelum pertandingan dihentikan.
- Terjadi benturan antara kiper dan pemain lapangan, meski tidak dianggap sebagai pelanggaran.
- Kiper mengalami pendarahan yang terlihat jelas.
- Kiper mengalami cedera serius yang membutuhkan pergantian pemain atau mengalami gegar otak (concussion).