Lihat Peluang Pasar Indonesia, Epicor Genjot Ekspansi dan Kembangkan Talenta Lokal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Transformasi digital sektor manufaktur Indonesia dinilai memasuki fase akselerasi baru, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan talenta dan pemahaman teknologi di tingkat pelaku industri. Hal ini menjadi salah satu fokus strategi Epicor dalam memperkuat penetrasi pasar di Tanah Air.

Vice President Asia for Epicor Software, Vincent Tang, menilai tingkat adopsi teknologi di industri manufaktur masih relatif lebih rendah dibanding sektor jasa seperti perbankan atau ritel. Kondisi ini terutama dipengaruhi latar belakang pelaku usaha manufaktur yang cenderung lebih mengandalkan tim TI internal dibanding memiliki strategi digital terstruktur. 

“Industri manufaktur memiliki karakteristik berbeda dibanding sektor jasa. Banyak pemilik bisnis manufaktur masih mengandalkan manajer TI dalam pengambilan keputusan teknologi, bukan memiliki peta jalan transformasi digital jangka panjang. Hal inilah yang membuat adopsi cloud dan teknologi baru secara historis cenderung lebih lambat,” ujar Vincent, dalam siaran pers yang diterima Kontan, pada Jumat (20/2/2026). 


Baca Juga: Indonesia Amankan Energi! Impor BBM dan Gas dari Amerika Serikat Capai US$ 15 Miliar

Menurutnya, situasi tersebut bukan berarti pasar tertinggal, melainkan menunjukkan adanya ruang pertumbuhan besar. Saat ini, kesadaran pelaku industri terhadap teknologi digital mulai meningkat seiring maraknya pembahasan mengenai AI, cloud, dan otomasi produksi.

Epicor mencatat dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak perusahaan manufaktur di Asia, termasuk Indonesia. 

Untuk mempercepat adopsi teknologi, Epicor menilai edukasi pasar menjadi langkah krusial. Perusahaan aktif bekerja sama dengan asosiasi industri manufaktur di Indonesia untuk menyelenggarakan forum diskusi dan program literasi digital.

Vincent menjelaskan bahwa negara yang lebih dahulu mengadopsi konsep smart manufacturing, seperti Singapura dan Hong Kong, menunjukkan tingkat adopsi teknologi yang lebih tinggi karena dukungan kebijakan pemerintah dan program edukasi industri yang konsisten. Model serupa dinilai relevan diterapkan di Indonesia guna mempercepat kesiapan digital sektor manufaktur

Selain teknologi, Epicor juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai pilar strategi. Salah satu inisiatifnya adalah kolaborasi dengan President University untuk program pelatihan ERP berbasis praktik industri. Program ini telah berjalan dua tahun dan kini menyediakan lebih dari 130 lisensi sistem untuk mahasiswa dan fakultas TI guna memperoleh sertifikasi. Hasilnya, lebih dari separuh peserta program sudah memperoleh pekerjaan bahkan sebelum lulus.

“Banyak pelanggan dan mitra kami kesulitan mencari konsultan yang memahami sistem ERP. Karena itu kami perlu membangun pipeline talenta sejak di kampus. Model kerja sama universitas ini berpotensi diperluas ke kampus lain di Indonesia maupun negara Asia Tenggara lain, termasuk Thailand,” tambahnya.

Epicor mengungkapkan strategi ekspansi di Indonesia bukan hanya berfokus pada penjualan produk, melainkan membangun ekosistem jangka panjang yang melibatkan mitra implementasi, tenaga ahli, dan institusi pendidikan.

Dalam delapan tahun terakhir, jumlah mitra perusahaan di kawasan meningkat hingga sepuluh kali lipat, sementara ukuran tim dan investasi teknologi juga meningkat signifikan. 

Baca Juga: Indonesia dan Amerika Serikat Sepakat Perpanjang Kontrak Freeport hingga 2061

Indonesia dinilai memiliki potensi besar karena skala pasar dan pertumbuhan investasi industri yang tinggi. Negara ini juga semakin menarik bagi perusahaan global yang ingin mendiversifikasi rantai pasok produksi di luar pusat manufaktur tradisional.

Dengan momentum tersebut, Epicor menilai kesiapan digital akan menjadi faktor penentu daya saing produsen nasional di pasar global. Perusahaan pun menargetkan untuk terus memperluas dukungan teknologi sekaligus memperkuat kapabilitas talenta lokal sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Selanjutnya: Indonesia Amankan Energi! Impor BBM dan Gas dari Amerika Serikat Capai US$ 15 Miliar

Menarik Dibaca: Promo JSM Superindo 20-22 Februari 2026, Nata De Coco-Ikan Shisamo Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News