Lima saham naik, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selasa (6/11) Bursa Efek Indonesia (BEI) hijau. Ketika bursa saham tutup warung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertambah 3,34 poin (0,06%), sebelum bertengger di angka indeks 5.923,93.

LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, juga menghijau. Naik 0,27 poin (0,03%), LQ45 berakhir di 944,98.

Lippo Karawaci Tbk (LPKR), Waskita Karya Tbk (WSKT) dan Matahari Department Store Tbk (LPPF) berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing dengan PER 2,87 kali, 3,41 kali, dan 5,08 kali. Posisi selanjutn diisi oleh SRILINDYWSBPINKPAKRA, BBTN, dan ADRO


Dari seluruh saham yang yang masuk dalam daftar ini, lima saham harganya turun dari harga penutupan sebelumnya. Mereka adalah LPKR, Indika Energy Tbk (INDY), Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

No. Kode Harga (5/11) Harga (6/11) PBV (kali) PER (kali)
1 LPKR 280 284 0,23 2,87
2 WSKT 1.505 1.505 0,78 3,41
3 LPPF 4.770 4.680 5,84 5,08
4 SRIL 354 352 0,96 5,1
5 INDY 2.330 2.480 0,78 5,88
6 WSBP 318 316 1,15 6,08
7 INKP 10.900 10.975 1,18 6,12
8 AKRA 3.530 3.460 1,45 8,03
9 BBTN 2.330 2.340 1,07 8,3
10 ADRO 1.575 1.630 0,81 8,36
Sumber: RTI

Ada satu saham yang harga penutupannya tidak berubah dari hari perdagangan sebelumnya, yaitu WSKT. Sisanya, lima saham turun harga dari penutupan sebelumnya. Mereka adalah LPPF, Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dan AKR Korporindo Tbk (AKRA). 

Price earning ration (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.

Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hasbi Maulana