Lindungi Industri Tekstil Nasional, Pemerintah Terapkan BMAD Produk Impor



KONTAN.CO.ID - Kementerian Perindustrian mengklaim terus berupaya mencari cara untuk melindungi industri tekstil nasional. 

Salah satu upaya pemerintah memproteksi industri tekstil nasional adalah dengan menerapkan bea masuk antidumping (BMAD) produk tekstil. 

"Beberapa (upaya perlindungan) sudah kami lakukan di (industri) keramik. Nanti kami akan melihat di industri-industri yang lain," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Selasa (13/8).

Pemerintah memberlakukan BMAD terhadap impor produk tekstil berupa spin drawn yarn (SDY) dan polyester staple fiber (PSF) dari sejumlah negara.

BMAD untuk produk PSF berlaku bagi impor dari negara India, China, dan Taiwan. 

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 114/2019 tentang Pengenaan Bea Masuk Antidumping Terhadap Produk polyester staple fiber dari India, Republik Rakyat Tiongkok, dan Taiwan.

Sedangkan kebijakan BMAD untuk produk spin drawn yarn tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 115/2019 tentang Pengenaan Bea Masuk Antidumping Terhadap Produk Spin Drawn Yarn dari Republik Rakyat Tiongkok.

Daya saing terdongkrak



Editor: Tedy Gumilar
Dukungan dari Anda akan menambah semangat kami dalam menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat seperti ini.

Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.